Undip Bakal Sanksi Mahasiswa yang Buat Video Porno Deepfake Smanse

21 Oktober 2025 16:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Undip Bakal Sanksi Mahasiswa yang Buat Video Porno Deepfake Smanse
Undip memastikan akan memberikan sanksi kepada mahasiswanya yang membuat video porno deepfake.
kumparanNEWS
Ilustrasi deepfake. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi deepfake. Foto: Shutterstock
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang buka suara terkait kasus video porno deepfake bertajuk “Skandal Smanse” yang dibuat oleh mahasiswanya, Chiko Radityatama Agung Putra. Saat ini, Chiko sedang diperiksa oleh pihak kampus terkait perbuatannya tersebut.
Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan bahwa Chiko merupakan mahasiswa baru Fakultas Hukum Undip.
“Undip memandang serius kasus penyebaran video bermuatan asusila hasil rekayasa digital yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Hukum,” ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa (21/10).
Ia menjelaskan, pihak kampus langsung melakukan penyelidikan internal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa konten tersebut memang dibuat oleh pelaku, namun dilakukan saat yang bersangkutan masih duduk di bangku SMA.
“Memang dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tindakan rekayasa digital dilakukan yang bersangkutan saat ia berstatus pelajar SMA,” jelasnya.
Meski demikian, Undip menegaskan tidak mentolerir tindakan semacam ini. Chiko kini tengah diproses untuk menentukan sanksi atas perbuatannya.
“Masih berproses. Kalau sudah ada (sanksi), nanti bisa kami tindak lanjuti,” imbuh Nurul.
Chiko Radityatama Agung Putra, mahasiswa Undip, meminta maaf atas video deepfake cabul yang dibuatnya semasa menjadi siswa SMAN 11 Semarang, Oktober 2025. Foto: Instagram/@SMAN11Semarang.Official
Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Undip memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), yang menangani kasus kekerasan seksual baik secara langsung maupun melalui media digital.
“Satgas PPKS ini memastikan mahasiswa Undip bisa aman dan nyaman dalam melakukan proses belajar-mengajar,” kata Nurul.
Kasus ini mencuat setelah beredar video permintaan maaf Chiko Radityatama Agung Putra yang diunggah di akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang.official. Dalam video itu, Chiko mengaku video berjudul “Skandal Smanse” yang beredar di media sosial bukan video asli, melainkan hasil editannya semata.
“Pembuatan video dengan judul ‘Skandal Smanse’, baik foto maupun video, tidak benar-benar ada. Itu hanya editan belaka dengan aplikasi AI,” ujar Chiko.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada kepala sekolah, guru, serta seluruh siswa-siswi SMAN 11 Semarang atas perbuatannya yang telah mencoreng nama baik sekolah.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya,” kata Chiko.
Trending Now