Unpri Medan Tuding Polisi Paksa Geledah Kampus untuk Cari Mayat
13 Desember 2023 16:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
Unpri Medan Tuding Polisi Paksa Geledah Kampus untuk Cari Mayat
Unpri Medan Tuding Polisi Geledah Cari Mayat Tanpa IzinkumparanNEWS

Universitas Prima Indonesia di Kota Medan menyesalkan tindakan personel Polrestabes Medan yang dianggap memaksa menggeledah kampusnya usai ramai video viral temuan mayat di lantai 9.
Penggeledahan itu dilakukan pada Senin (11/12) malam dan Selasa (12/12) pagi hingga malam hari.
“Kami sangat menyesalkan tindakan polisi dari Polrestabes Medan yang kurang koordinasi. Karena pimpinan universitas tidak pernah diminta keterangan secara resmi,” kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri Kolonel Purn Susanto Unpri dalam keterangan persnya pada Rabu (13/11).
Susanto mengatakan, pada Senin (11/12) malam, petugas kepolisian datang untuk melakukan penggeledahan. Saat itu, menurutnya, tidak ada petugas kampus yang bisa mendampingi pihak kepolisian.
“Pada 11 Desember 2023 beberapa oknum yang mengakui polisi mendatangi Unpri pada malam hari mendesak untuk melakukan penggeledahan di Kampus Unpri,” kata dia.
“Untuk diketahui pada malam hari tidak ada petugas yang bisa mendampingi tetapi mereka memaksa untuk masuk dan satpam akhirnya memberikan izin untuk menggeledah dan tidak didapati apa pun pada saat itu,” sambungnya.
Kemudian, kata Susanto, pada Selasa (12/12) pihak kepolisian kemudian datang lagi untuk menggeledah kampus. Tepatnya di lantai 15 yang merupakan laboratorium Fakultas Kedokteran.
Susanto juga menyebut bahwa pihak kampus sempat mendapatkan ancaman dari kepolisian yakni terkait pemasangan police line.
“Kemudian pada hari selanjutnya penggeledahan dilakukan dari pagi hari sampai malam hari. Dan dijumpai 5 cadaver dalam bak cadaver pada laboratorium anatomi,” katanya.
“Dan bahkan ada ancaman untuk mem-police line kampus sehingga memancing keributan yang bisa mengganggu kenyamanan proses belajar mahasiswa dan dapat memicu keributan mahasiswa dengan polisi," kata dia.
"Berkaitan dengan hal tersebut kami meminta kepada Bapak Kapolda untuk menindak oknum yang bertindak semena-mena di Unpri,” tuturnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membantah tudingan pihak Unpri. Ia mengatakan pihaknya telah bekerja sesuai dengan prosedur.
“Itu merupakan bagian penyelidikan. Penyidik bekerja untuk membuat terang suatu peristiwa,” kata Hadi saat dihubungi kumparan.
Awal mula temuan mayat
Temuan mayat ini mulanya diketahui lewat video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, terlihat sejumlah mayat berada di dalam boks yang juga terisi dengan air.
“Ada mayat di Unpri lantai 9,” kata perekam video itu.
Pihak kepolisian yang mendapati informasi tersebut kemudian melakukan penggeledahan di Universitas Prima pada Senin (11/12) malam dan Selasa (12/12).
Dari hasil penggeledahan itu, polisi menemukan lima mayat. Namun bukan di lantai 9 tapi lantai 15.
Polisi juga menyebut pihak kampus sempat membersihkan TKP sebelum penggeledahan.
“Sementara ini kami menemukan lima mayat di lantai 15. Empat mayat laki-laki, satu perempuan. Tanpa identitas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Teuku Fathir kepada wartawan, Selasa malam (12/12).
