Upaya Diplomasi Jepang untuk Perbaiki Hubungan dengan China Gagal

19 November 2025 15:37 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Upaya Diplomasi Jepang untuk Perbaiki Hubungan dengan China Gagal
Jepang telah menempuh upaya diplomatik untuk memperbaiki hubungan dengan China akibat pernyataan PM Sanae Takaichi soal Taiwan.
kumparanNEWS
Sanae Takaichi. Foto: Hiro Komae / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sanae Takaichi. Foto: Hiro Komae / POOL / AFP
Sumber Kementerian Luar Negeri Jepang mengungkap upaya diplomasi yang dilakukan negaranya untuk meredakan ketegangan diplomatik dengan China akibat pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi soal Taiwan gagal.
Dirjen Biro Urusan Asia dan Oseania Kemlu Jepang Masaaki Kanai bertemu dengan Wakil Dirjen Urusan Asia Kemlu China Liu Jinsong bertemu di Beijing dalam upaya meredakan ketegangan politik.
Dikutip dari Yomiuri Shimbun, Rabu (19/11), Kemlu Jepang mengungkap Kanai kembali menegaskan posisi Jepang tidak pernah berubah dari Komunike Bersama Jepang-China 1972 yang mengakui China sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, dan bahwa pernyataan Takaichi tidak mengubah pendirian Jepang yang sudah lama berlaku.
Namun, Liu menekankan bahwa pernyataan Takaichi bertentangan dengan prinsip Satu China dan menyebabkan kerusakan fundamental terhadap fondasi politik hubungan China-Jepang. Liu kemudian meminta Takaichi menarik pernyataannya dan mendesak Jepang mengambil langkah-langkah untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan.
Lebih lanjut, Kanai membantah dasar peringatan perjalanan yang dikeluarkan China. Kanai menyatakan situasi keamanan publik Jepang tidak memburuk.
Kanai juga mengajukan protes baru kepada China atas unggahan media sosial Konsulat Jenderal China di Osaka Xue Jian yang mengancam akan memotong leher Takaichi. Kanai mendesak agar China mengambil langkah-langkah terukur.
Ilustrasi bendera Jepan dan China. Foto: NINA IMAGES/Shutterstock
Dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara Kemlu China Mao Ning menyalahkan Takaichi atas memburuknya hubungan bilateral kedua negara. Ia mengatakan, akar masalah dari situasi yang terjadi saat ini ada pada pernyataan Takaichi yang terang-terangan dan keliru mengenai Taiwan, yang sangat mencampuri urusan dalam negeri China.
"Kekejian ini, baik dalam sifat maupun dampaknya, telah memicu kemarahan dan kecaman dari rakyat China," kata Mao, sebagaimana diberitakan The Mainichi.
Usai pertemuan Kanai dan Liu, Wakil Menlu Jepang Takehiro Funakoshi diperkirakan akan bertemu dengan Duta Besar China untuk Jepang Wu Jianghao dalam waktu dekat.
Pejabat di Kemlu Jepang mengatakan kemarahan China kali ini skalanya mirip dengan reaksi keras yang dipicu pembelian Pulau Senkaku di Laut China Timur oleh pemerintah Jepang pada 2012. China mengeklaim pulau itu yang mereka sebut Diaoyu.
"Dampak negatif (pernyataan Takaichi) dapat berlanjut selama tahun-tahun yang akan datang," kata pejabat itu.
Pembelian pulau dari pemilik swasta itu memicu demonstrasi anti-Jepang skala besar di seluruh China pada 2012.

Dampak Pernyataan Sanae Takaichi soal Taiwan

Seorang prajurit memegang bendera Taiwan sebagai bagian dari dekorasi pada upacara penyambutan Presiden Palau Surangel Whipps di Taipei, Taiwan, Kamis (6/10/2022). Foto: Ann Wang/REUTERS
China mengeluarkan imbauan tidak berpergian ke Jepang akibat pernyataan Takaichi. China meminta warganya tidak berpergian ke Jepang karena masalah keamanan di sana.
Ketegangan kedua negara turut berdampak pada distribusi film Jepang di China. Distributor film di China membatalkan pemutaran dua film Jepang. Film animasi "Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! Scorching Kasukabe Dancers" dan komik yang diadaptasi jadi film "Cells at Work!" yang harusnya tayang dalam beberapa minggu ke depan tidak akan tayang sesuai rencana.
Pertunjukan langsung komedian Jepang dari Yoshimoto Kogyo Holdings Co., juga terdampak. Pertunjukan komedi yang seharusnya berlangsung di Shanghai mulai Kamis (20/11) harus dibatalkan.
Menyusul imbauan perjalanan, maskapai China mengungkap sekitar 491 ribu tiket penerbangan ke Jepang dibatalkan sejak Sabtu (15/11).

Jepang Tak Akui Taiwan Berdasarkan Komunike Bersama 1972

Takaichi mengatakan serangan militer China terhadap Taiwan akan membahayakan keselamatan Jepang dan memicu reaksi militer. Bagi China, ini merupakan campur tangan masalah dalam negeri karena Taiwan adalah bagian dari China.
China menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang harus dipersatukan dengan daratan China, meski harus menggunakan kekerasan.
Dalam komunike bersama pada 1972, Jepang mengakui Republik Rakyat China sebagai satu-satunya pemerintahan China. Berdasarkan komunike ini, Jepang tak lagi mengakui Taiwan dan menghentikan hubungan diplomatik. Meski demikian, Jepang mempertahankan hubungan non-pemerintah tingkat kerja dengan Taiwan.
Trending Now