Upaya Menkes Ubah Kebiasaan Masyarakat Berobat ke LN demi RS di RI

8 Januari 2026 16:09 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Upaya Menkes Ubah Kebiasaan Masyarakat Berobat ke LN demi RS di RI
Menkes Budi Gunadi Sadikin berupaya menarik masyarakat yang terbiasa berobat ke luar negeri agar kembali percaya pada rumah sakit di Indonesia.
kumparanNEWS
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berupaya menarik masyarakat yang terbiasa berobat ke luar negeri agar kembali percaya pada rumah sakit di Indonesia.
Menurutnya, menumbuhkan kepercayaan masyarakat tidak hanya soal gedung yang megah, tetapi juga pelayanan yang prima.
โ€œ(Berobat) ke luar negeri itu bukan hanya masalah fasilitas dan harga, tapi juga bagaimana mereka merasa lebih di-wongke (dimanusiakan) sebagai pasien, didengarkan, diberi waktu yang cukup untuk berkonsultasi, merasa nyaman, dan percaya bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik,โ€ kata Budi Gunadi saat ditemui usai membuka groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1).
Pada 2026, fenomena masyarakat berobat ke luar negeri diperkirakan masih akan terjadi. Bagi Kemenkes, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.
โ€œMasih banyak (yang berobat ke luar negeri tahun ini). Nah, itu tantangannya buat kita. Selain membangun sarana prasarana seperti yang sudah kita lihat, penting juga membangun kemampuan tenaga kesehatan kita untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat,โ€ katanya.
Kepercayaan publik, lanjut Budi, harus dibangun bahwa masyarakat yang berobat di rumah sakit dalam negeri akan mendapatkan kesembuhan dan pelayanan yang baik.
โ€œKalau dia datang ke sini (rumah sakit Indonesia), sembuh dan layanannya pasti bagus. Itu yang perlu kita bangun bersama-sama,โ€ jelasnya.
Menurut Budi, membangun rumah sakit masa depan bukan hanya soal bangunan modern. Rumah sakit tidak hanya harus mampu menyembuhkan, tetapi juga merawat kehidupan. Hal itu juga menjadi harapan bagi RSUP Dr Sardjito.
โ€œSehingga kalau ada apa-apa, masyarakat Jogja ini kan banyak lansianya. Saya harapkan kalau sakit tidak usah keluar negeri, bisa dirawat di sini,โ€ tuturnya.

40 Rumah Sakit Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Dirut RSUP Dr Sardjito dr Eniarti berbincang saat groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Budi Gunadi menyebutkan saat ini terdapat 40 rumah sakit milik Kemenkes yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut akan bertambah satu rumah sakit lagi di Riau.
โ€œSaya ingat waktu COVID. Setelah COVID selesai, sejak 2022 sampai sekarang, mungkin dalam tiga tahun terakhir ini hampir 20 rumah sakit sudah kita bangun gedung-gedung barunya, termasuk di Sardjito saat ini,โ€ katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari transformasi kesehatan yang dicanangkan Kemenkes agar layanan kesehatan di seluruh Indonesia mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.
Sebelumnya, perencanaan pembangunan rumah sakit milik Kemenkes dinilai belum tertata dengan baik.
โ€œTumpang tindih di mana-mana. Seperti ada tanah kosong, langsung dibangun,โ€ ujarnya.
Akibatnya, tata letak rumah sakit di Indonesia tidak tertata seperti di luar negeri.
โ€œOleh karena itu, sejak akhir 2022 kami meminta adanya master plan yang tidak boleh diubah selama saya menjabat sebagai menteri. Semua pembangunan harus mengikuti master plan tersebut,โ€ pungkasnya.
Trending Now