Update Terkini Semeru: Sudah Tak Ada Guguran Awan Panas, Waspadai Radius 8 Km
22 November 2025 3:34 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
Update Terkini Semeru: Sudah Tak Ada Guguran Awan Panas, Waspadai Radius 8 Km
PVMBG menyampaikan kondisi terkini Gunung Semeru pada Jumat (21/11).kumparanNEWS

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, erupsi sehingga menimbulkan awan panas dan guguran pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Imbas peristiwa itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat untuk kawasan Lumajang selama 7 hari terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025.
Pada Jumat (21/11) Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, menyampaikan perkembangan kondisi Gunung Semeru. Ia bilang tidak ada lagi guguran awan panas di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hadi menyebut, guguran awan panas hanya terjadi pada 2 hari sejak gunung tersebut erupsi.
"Jadi guguran awan panas terjadi dalam 2 hari. Hari pertama selama 4 jam, kemudian hari kedua relatif di bawah 1 jam dan hari ini sudah tidak ada lagi guguran panas," kata Hadi di Gedung PVMBG, Bandung, Jumat (21/11).
Meski begitu, PVMBG masih mencatat ada 36 hingga 45 kali erupsi. Hadi mengatakan, erupsi ini menandakan masih adanya material vulkanik di sekitar kawah Semeru.
"Memang terkait dengan erupsi itu masih tinggi tadi antara 36 sampai 45 kali artinya bahwa erupsi itu menandakan material vulkanik masih ada di sekitar dari kawah gunung Semeru," ucap Hadi.
Masih Level Awas
Hadi menyatakan Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level IV (Awas). Maka itu, warga diimbau menghindari aktivitas pada arah sektoral tenggara-selatan 20 kilometer dan radius 8 kilometer.
"Status masih level 4 dan rekomendasi masih di radius 8 kilometer, dan yang sektoral ke arah tenggara-selatan 20 kilometer," kata Hadi.
Hadi mengatakan, jarak ini masih terus dievaluasi jika diperlukan perluasan.
"Nanti ahli kami akan bekerja keras apakah 20 kilometer itu tidak perlu diperluas lagi termasuk 8 kilometer juga akan dievaluasi kembali," ucap dia.
Penampakan Batu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru
Lontaran awan panas akibat erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) mencapai 8,5 kilometer dari atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Tiga dusun di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yakni Kamar A, Sumbersari dan Gumukmas terdampak parah diterjang material vulkanik.
Saat kumparan mendatangi Dusun Sumbersari pada Jumat (21/11), terlihat bongkahan batu besar material vulkanik masih berasap.
kumparan mencoba meneteskan air di batu tersebut dan air langsung menguap di batu itu. Hawa panas juga masih terasa saat mendekat di bongkahan batu besar berasap tersebut.
Selain itu, tanah pasir dari material vulkanik juga masih berasap saat gerimis mengguyur di wilayah tersebut.
Kini, Dusun Kamar A dan Sumbersari tampak sepi, tak ada orang atau penghuni di kawasan itu. Sejumlah rumah terlihat rusak dan puing-puing masih berserakan.
Banjir Lahar Dingin Menerjang
Banjir lahar dingin sempat terjadi pada Jumat (21/11) pukul 14.24 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Banjir mengarah ke Besuk Kobokan, Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, membenarkan informasi tersebut. Banjir lahar dingin itu memiliki ukuran getaran dengan akselerasi maksimum (amaks) 43 mm.
βBenar, saat ini masih berlangsung. Amaks terakhir 43 mm, sekarang sudah turun ke 26 mm,β ujar Satriyo saat dikonfirmasi, Jumat (21/11).
Satriyo menyampaikan bahwa tidak ada letusan yang terjadi dari Gunung Semeru sebelum banjir lahar dingin. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya debit air.
Posko Pengungsian
SMP Negeri 2 Pronojiwo dijadikan sebagai lokasi posko pengungsian warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebelumnya mereka mengungsi di berbagai tempat lain, namun kini dipusatkan di sekolah tersebut.
Hal ini untuk mempermudah pelayanan kepada warga yang mengungsi. Selain itu SMPN 2 Pronojiwo cukup mumpuni terkait sarana dan prasarana bagi para pengungsi.
Koordinator posko, Yadin Iwan Setiawan, mengatakan kebanyakan pengungsi di SMPN 2 Pronojiwo warga dari Dusun Kamar A dan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Total jumlah para pengungsi yang menempati SMPN 2 Pronojiwo ini ada 192 orang yang terdiri dari 110 laki-laki dan 82 perempuan.
Pantauan kumparan di lokasi, Jumat (21/11), sebanyak 3 ruangan kelas digunakan warga untuk beristirahat. Bangku-bangku kelas dikosongkan, lalu digelar matras serta terpal sebagai alas. Sejumlah kamar mandi juga telah disediakan untuk para pengungsi.
Tampak para pengungsi sedang beristirahat dan bercengkrama dengan warga lainnya. Ada juga yang tengah menyantap makanan dari bantuan yang diberikan.
Sejumlah relawan berlalu lalang mengirimkan bantuan, mulai dari makanan, kaus kaki, sarung tangan, susu, matras, dan lainnya.
