Usai Puluhan Tewas, Pakistan dan Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Sementara
17 Oktober 2025 10:11 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Usai Puluhan Tewas, Pakistan dan Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Sementara
Gencatan senjata di perbatasan Afghanistan-Pakistan disepakati pada Kamis (16/10). kumparanNEWS

Gencatan senjata di perbatasan Afghanistan-Pakistan disepakati pada Kamis (16/10). Kesepakatan itu terwujud usai pertikaian bersenjata kedua belah pihak menewaskan puluhan tentara dan warga sipil.
Lokasi pertempuran antara Pakistan dan Afghanistan di bawah Taliban pecah di Spin Boldak. Laporan jurnalis AFP di sana kondisi toko-toko yang sempat tutup imbas pertempuran kembali buka.
Warga di Spin Boldak yang juga sempat mengungsi karena pertempuran dua belah pihak telah kembali ke rumahnya.
Pemerintah Pakistan dalam pernyataannya menyebut, gencatan senjata mulai berlaku pada Kamis selama 48 jam sampai Jumat malam.
βGencatan senjata 48 jam bertujuan untuk mencari waktu untuk menemukan solusi positif lewat dialog konstruktif,β ucap keterangan resmi Pemerintah Pakistan seperti dikutip dari AFP.
PM Pakistan Shehbaz Sharif menambahkan gencatan senjata akan diperpanjang atau tidak tergantung pada respons Taliban.
βJika dalam 48 jam mereka ingin menyelesaikan masalah dan memenuhi tuntutan tulus kami, maka kami siap," kata Sharif pada rapat kabinet pada Kamis ini.
Ia lalu menegaskan pemberontak TTP, yang diduga dilindungi oleh Taliban di Afghanistan, harus dibasmi. Dugaan itu menjadi alasan Pakistan menyerang Afghanistan pekan lalu.
Adapun Pakistan beberapa waktu terakhir menghadapi lonjakan pemberontakan di perbatasan sebelah barat. Kawasan itu dikuasai TTP dan kelompok pemberontak pendukungnya.
Selama perang Afghanistan dan Pakistan pecah pekan lalu, otoritas kesehatan di Spin Boldak melaporkan sebanyak 40 warga tewas dan 170 lainnya terluka.
Data berbeda disampaikan misi PBB di Afghanistan, UNAMA. Mereka mengatakan korban jiwa imbas perang terdiri 37 terbunuh dan 425 terluka.
Sementara itu terkait gencatan senjata Taliban baru mengeluarkan konfirmasi atas hal tersebut. Belum ada sikap lanjutan dari Taliban terkait kesepakatan gencatan senjata.
