Venezuela Lepas Tahanan Politik, Mantan Capres Lawan Maduro Ikut Bebas

9 Januari 2026 19:37 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Venezuela Lepas Tahanan Politik, Mantan Capres Lawan Maduro Ikut Bebas
Pemerintah Venezuela mulai membebaskan sejumlah besar tahanan politik, termasuk mantan calon presiden oposisi Enrique Marquez.
kumparanNEWS
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Wakil Ketua Pertama Majelis Nasional Pedro Infante dan Wakil Ketua Kedua Grecia Colmenares menghadiri sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Wakil Ketua Pertama Majelis Nasional Pedro Infante dan Wakil Ketua Kedua Grecia Colmenares menghadiri sidang Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP
Pemerintah Venezuela mulai membebaskan sejumlah besar tahanan politik, termasuk mantan calon presiden oposisi Enrique Marquez. Langkah ini dinilai sebagai konsesi Venezuela ke Amerika Serikat (AS) usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pembebasan ini menjadi yang pertama sejak Delcy Rodriguez mengambil alih pemerintahan dengan dukungan Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan bersedia membiarkan Rodriguez memimpin selama AS mendapat akses ke minyak Venezuela.
โ€œSemuanya sudah berakhir sekarang,โ€ kata Marquez dalam sebuah video bersama istrinya dan aktivis oposisi lain yang juga dibebaskan, Biagio Pilieri, dilansir AFP, Jumat (9/1).
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyebut langkah tersebut sebagai hasil strategi tekanan dari AS.
โ€œIni adalah salah satu contoh bagaimana presiden menggunakan tekanan maksimum untuk melakukan hal yang benar bagi rakyat Amerika dan Venezuela,โ€ ujar Kelly.
Asap mengepul usai serangan Amerika Serikat di pelabuhan La Guaira, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: Matias Delacroix/AP Photo
Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemerintah membebaskan sejumlah besar warga Venezuela dan warga negara asing, demi hidup berdampingan secara damai. Namun, ia tidak merinci jumlah maupun identitas para tahanan.
Langkah ini disambut pemimpin oposisi Maria Corina Machado, yang menilai keadilan pada akhirnya akan terwujud.
โ€œKetidakadilan tidak akan bertahan selamanya, dan kebenaran, meskipun terluka, pada akhirnya akan menemukan jalannya,โ€ kata Machado.
Di sisi lain, Trump kembali menegaskan tekanannya terhadap Venezuela, termasuk melalui isu keamanan dan minyak. Ia mengumumkan rencana penjualan 30โ€“50 juta barel minyak mentah Venezuela oleh AS, dengan hasilnya digunakan Caracas untuk membeli produk buatan Amerika.
Sementara itu, Delcy Rodriguez menepis anggapan negaranya tunduk pada AS.
โ€œKami tidak tunduk dan tidak dijajah. Tidak ada yang menyerah. Ada perlawanan demi tanah air,โ€ ujarnya.
LSM Hak Asasi Manusia Venezuela, Foro Penal memperkirakan lebih dari 800 tahanan politik masih berada di penjara Venezuela. Di Caracas, keluarga tahanan terlihat berkumpul di depan pusat penahanan El Helicoide, berharap pembebasan akan berlanjut.
Trending Now