Video Call Terputus: Kisah Komunikasi Terakhir WNI Korban Kebakaran Hong Kong
4 Desember 2025 16:01 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Video Call Terputus: Kisah Komunikasi Terakhir WNI Korban Kebakaran Hong Kong
Rasa duka mendalam masih dialami keluarga Siti Khotimah, warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong. kumparanNEWS

Rasa duka mendalam masih dialami keluarga Siti Khotimah, warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong. Siti Khotimah menjadi satu dari sejumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.
Suasana duka begitu terasa ketika kumparan mendatangi rumahnya di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (4/12). Pihak keluarga masih belum banyak bicara setelah sepekan tragedi kebakaran di apartemen tersebut.
Suami almarhumah, Sutiyono (43), tampak masih shock dan tak bisa berkata banyak. Tubuhnya lemas sambil memegangi ponsel, berharap ada kabar baik mengenai, Siti Khotimah (40).
Sutiyono mengaku ikhlas menerima kepergian istrinya setelah menerima kabar dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada Sabtu, 29 November 2025. Dari informasi yang diterimanya, Siti meninggal akibat kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.
βDapat info meninggal hari Sabtu jam 1 kurang seperempat [siang] langsung dari KJRI, iya, meninggal karena kebakaran itu,β kata Sutiyono.
Menurutnya, almarhumah bekerja di lantai 11 Apartemen Wang Fuk Court sebagai asisten rumah tangga (ART). Ia terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya pada Rabu siang (26/11) melalui sambungan video dan sempat membalas pesan WhatsApp-nya.
βSempat WA, hubungan langsung (video call), tapi menghilang. Akhirnya hilang, nggak ada pesan terakhir, langsung putus, nggak nyambung lagi. Waktu itu cuma ngobrol-ngobrol biasa. Tahu-tahu baru dikabari sama KJRI jadi korban,β tuturnya.
Tak Pulang Sejak 2018
Istrinya terpaksa bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri sejak 2018 karena desakan ekonomi keluarga. Sejak saat itu, Siti tak pernah pulang ke Malang, demi mengangkat perekonomian keluarga.
Dari pernikahannya dengan Sutiyono, Siti memiliki dua anak: anak pertama duduk di kelas 2 SMA dan anak kedua di kelas 5 SD.
Kebakaran yang merenggut nyawa Siti terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang. Ia adalah satu dari sembilan pekerja migran Indonesia yang tewas dalam kebakaran terbesar di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Keterangan Kemlu RI pada Rabu (3/12) menyebutkan, ada 140 WNI tinggal dan bekerja di apartemen tersebut. Selain sembilan korban jiwa, sebanyak 125 selamat.
Satu WNI sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit, sementara lima lainnya belum diketahui nasibnya.
