Viral Narasi 10 Polisi Dihukum Push-up karena Main Judol, Polres Samosir Bantah

24 Juli 2025 11:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Viral Narasi 10 Polisi Dihukum Push-up karena Main Judol, Polres Samosir Bantah
“Salah itu. Dihukum karena rambut panjang dan memiliki jambang,” kata Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang.
kumparanNEWS
Personel Polres Samosir dihukum push-up. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Personel Polres Samosir dihukum push-up. Foto: Dok. Istimewa
Beredar di media sosial sebuah foto yang menunjukkan 10 polisi dihukum push-up lantaran terindikasi bermain judi online.
Narasinya: “Terindikasi main judol, 10 anggota Polres Samosir di-push-up.”
Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, membantah narasi bahwa polisi main judol.

Saat Apel Pagi

Katanya, foto tersebut diambil saat Polres Samosir melaksanakan kegiatan ketertiban dan disiplin (Galtibplin) pada Senin pagi (21/7). Pemeriksaan dilakukan oleh Propam Polres Samosir.
Adapun dua indikator dalam kegiatan tersebut adalah pemeriksaan perangkat komunikasi milik anggota dan kerapian penampilan.
“Untuk memastikan tidak adanya pelanggaran etik dan peraturan yang berlaku sejalan dengan Surat Telegram Kapolri Noor STR/565/II/HUK.12.12/2024 dan perintah Kapolres Samosir nomor Sprin/993/x/2024/Propam,” kata dia.

Jaga Standar Penampilan & Disiplin

Kata Gunawan, dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya indikasi pelanggaran yang langsung ditindak dengan langkah pembinaan fisik ringan sebagai bentuk penegasan aturan internal.
“Bagi anggota yang kedapatan berambut panjang atau tidak sesuai dengan ketentuan, diberlakukan sanksi push-up di tempat sebagai bentuk pembinaan fisik sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga standar tampang dan kedisiplinan polisi,” kata Gunawan.
Wakapolres Samosir Kompol Briston menegaskan hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab anggota dalam mencerminkan wibawa institusi polri.
“Kami tidak mencari siapa yang salah, tapi ingin memastikan semua tetap berjalan di rel yang benar. Ini bukan hanya soal hukuman, tetapi soal menjaga marwah polri,” ujar Briston.
Trending Now