Viral Patung Rajawali di Indramayu: Telan Biaya Rp 180 Juta, Disebut Mirip Elang
18 Mei 2025 17:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Viral Patung Rajawali di Indramayu: Telan Biaya Rp 180 Juta, Disebut Mirip Elang
Kuwu Desa Cipaat, Indramayu, Kusnadi, menjelaskan pembuatan patung rajawali itu memakan waktu sekitar tiga bulan.kumparanNEWS

Belum lama ini masyarakat dibuat heboh dengan patung biawak mirip asli di Desa Krasak, Selomerto, Wonosobo.
Tidak lama setelah patung biawak, kini muncul patung raksasa burung rajawali di depan Kantor Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Patung seberat 20 ton tersebut didirikan karena warga setempat banyak berprofesi di bidang kesenian singa depok atau sisingaan.
Selain ukurannya yang megah, netizen ramai memperdebatkan bentuk patung yang dianggap mirip elang Amerika Serikat.
Patung Dibangun 3 Bulan dengan Biaya Rp180 Juta
Kuwu Desa (kepala desa) Cipaat, Kusnadi, menjelaskan pembuatan patung rajawali itu memakan waktu sekitar tiga bulan.
Dengan dibantu oleh rekannya, Supandi, ia mewujudkan desainnya menjadi patung berukuran lebar sayap 10 meter dan tinggi 7 meter.
"Biayanya sekitar Rp 180 juta, dengan dana dari Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2025 sekitar Rp 100 juta. Sisanya saya tambahkan dari kantong pribadi," ungkap Kusnadi, Minggu (18/5).
Patung tersebut didominasi warna cokelat dengan detail paruh kuning dan bulu putih di leher. Cakar yang tajam semakin menegaskan kesan gagah dari burung rajawali.
Tak Peduli Disebut Mirip Elang
Meski banyak yang mengomentari kemiripannya dengan elang AS, Kusnadi menegaskan niatnya hanya membuat patung rajawali. Patung ini menurutnya jadi simbol kekuatan dan semangat warga.
"Saya kurang paham tentang elang Amerika. Niat saya bikin rajawali," kata Kusnadi.
Kusnadi mengaku terinspirasi dari maraknya warga Bongas yang berprofesi sebagai seniman singa depok. Kaitannya dengan rajawali, karena burung itu sering menjadi figur dalam pertunjukan singa depok.
Saat ini, Bongas memiliki tiga grup singa depok. Sementara Desa Cipaat memiliki satu grup.
"Bongas terkenal dengan singa depok-nya. Saya terinspirasi dari situ," ujar Kusnadi.
Kusnadi menuturkan, keberadaan patung ini diharapkan tak hanya menjadi ikon desa, tetapi mempromosikan kesenian tradisional setempat.
