Viral soal 'Salah atau Benar Kita Akan Tetap Bela', Ini penjelasan Arief Rosyid

5 Januari 2026 11:27 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Viral soal 'Salah atau Benar Kita Akan Tetap Bela', Ini penjelasan Arief Rosyid
Wakil Ketua Umum AMPI Arief Rosyid menjelaskan pernyataannya yang ramai di media sosial yang menyebut akan membela Ketua Umum Bahlil Lahadalia meskipun ada kesalahan.
kumparanNEWS
Mantan Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015 Arief Rosyid Hasan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Golkar, hari ini, Sabtu (28/6/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015 Arief Rosyid Hasan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Golkar, hari ini, Sabtu (28/6/2025). Foto: Dok. Istimewa
Wakil Ketua Umum AMPI Arief Rosyid menjelaskan pernyataannya yang ramai di media sosial yang menyebut akan membela Ketua Umum Bahlil Lahadalia meskipun ada kesalahan.
Arief menjelaskan, pernyataan itu ia sampaikan dengan sadar pada saat acara bedah bukunya yang berjudul "Yang Golkar Golkar Aja".
"Pernyataan β€œJangankan Benar, Salahpun Kita Bela!” itu saya ungkap dalam konteks acara bedah buku β€œYang Golkar Golkar Aja” (YGGA). Buku tersebut adalah karya saya, yang berisi ulasan tentang alasan pribadi saya memilih berkiprah ke Partai Golkar," kata Arief kepada wartawan, Senin (5/1).
Pernyataan tersebut, kata Arief, merupakan kewajiban dirinya untuk membela marwah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di publik. Ia menjelaskan dirinya juga kerap mengingatkan Bahlil, dan Bahlil selalu menerima masukan tersebut.
"Pernyataan 'Jangankan Benar, Salahpun Kita Bela!', saya sampaikan dengan kesadaran penuh. Sebagai anggota organisasi, saya punya kewajiban untuk membela marwah ketua umum, kita bela kehormatannya di publik, tetapi kita mengingatkan di dalam organisasi. Dan Bang Bahlil adalah senior yang respek jika diingatkan," ucapnya.
Lebih lanjut, Mantan Ketua Umum PB HMI itu menuturkan bahwa bahlil adalah pembuka jalan bagi para aktivis untuk berkiprah dan berkontribusi di kancah politik.
"Sebagai sesama aktivis, terjalin kesadaran untuk saling membangun, saling mengingatkan, dan saling membuka jalan. Dan Bang Bahlil suka tidak suka, telah menjadi pembuka jalan untuk tak hanya saya, tapi banyak aktivis lainnya untuk dapat berkiprah dan berkontribusi," tandas dia.
Trending Now