Wagub Rano: 21 Siswa Jadi Korban Mobil Pembawa MBG, Satu Anak Sedang Dioperasi

11 Desember 2025 14:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wagub Rano: 21 Siswa Jadi Korban Mobil Pembawa MBG, Satu Anak Sedang Dioperasi
Satu anak yang sedang dioperasi membutuhkan penanganan khusus akibat luka berat di rahangnya.
kumparanNEWS
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pertemuan pakar Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pertemuan pakar Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden mobil pembawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12) pagi.
Rano mengatakan ada 21 korban dalam peristiwa ini. “Total korban 21. Laki-laki 11, perempuan 9. Guru laki-laki 1,” ujar Rano di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/12) siang.
"Tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah semuanya selamat. Tapi memang 5 orang memerlukan perawatan khusus, dan satu siswa harus operasi," lanjut dia.
Menurut Rano, satu siswa membutuhkan tindakan operasi ortopedi khusus.
“Tadi saya ketemu dokter bedah. Alhamdulilah kepala dan otaknya tidak apa-apa. Cuma dagunya harus melakukan ortopedi khusus,” ucapnya.
Hingga siang ini, 5 pasien masih dirawat di RSUD Koja, sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan rontgen.
Polisi saat mengecek mobil MBG yang tabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
“Di sini ada 5, yang satu guru kakinya patah. Beliau sadar. Insyaallah segera akan operasi. Kalau dari 4 anak, yang satu memang perlu perawatan khusus karena ada impact di wajah. Sisanya luka, tapi tidak seberat yang 1,” ungkap Rano.
“Yang lain, Insyaallah setelah rontgen sudah boleh pulang. Dan sudah bisa berobat jalan,” sambung dia.
Rano memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.
“Ini otomatis menjadi tanggung jawab Pemprov. Tadi kita meyakinkan pihak keluarga, itu menjadi tanggung jawab kami,” katanya.
Mobil pengangkut MBG yang menabrak siswa SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Pemprov DKI juga mewajibkan korban untuk kontrol ulang tiga hari setelah perawatan sebagai bagian dari prosedur standar penanganan pascakecelakaan.
“Saya perintahkan Ibu Kadis, anak-anak setelah 3 hari, harus kembali ke RS untuk kontrol. Kami akan monitor terus. Kita tidak mau setelah ini, kemudian kita lepas,” kata Rano.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, pihaknya telah mengamankan sopir mobil pembawa MBG tersebut untuk diperiksa.
“Sopir sudah kita amankan di Polres Jakarta Utara. Sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Kapolda.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri saat meninjau SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian atau sopir mengantuk.
“Saya tidak menduga-duga, nanti hasilnya akan disampaikan. Olah TKP langsung dilakukan,” ucap Asep.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan posko pelayanan untuk keluarga korban dan menjadwalkan trauma healing bagi siswa-siswi SDN 01 Kalibaru.
“Polda Metro Jaya akan membuat posko pelayanan bagi keluarga korban. Nanti akan dikoordinasikan dengan Kapolres Jakarta Utara dan Kabiddokes Polda Metro Jaya,” tutur Asep.
“Kita akan adakan trauma healing untuk siswa-siswi SD 01. Secepatnya akan dilaksanakan” sambung dia.
Trending Now