Wakili RI di Global Sumud Flotilla, Wanda Hamidah Ikut Berlayar ke Gaza

17 September 2025 6:37 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakili RI di Global Sumud Flotilla, Wanda Hamidah Ikut Berlayar ke Gaza
Perjuangan Wanda Hamidah terbayar, ia sudah menunggu sampai harus bermalam di pelabuhan untuk menggantikan relawan yang mundur. Akhirnya, ia dapat tempat dan berlayar ke Gaza.
kumparanNEWS
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy
zoom-in-whitePerbesar
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy
Influencer Wanda Hamidah akhirnya ikut berlayar ke Gaza dari Pelabuhan Sido Bou Said, Tunisia, Selasa (16/9). Wanda berlayar di kapal bernama Kaiser bersama delegasi Aljazair dan Tunisia sekitar pukul 21.40 waktu setempat.
Menurut salah satu relawan Indonesia yang turut melepas Wanda, Muhammad Rizki, Wanda dalam empat hari terakhir tetap bertahan di pelabuhan untuk mendapatkan kursi. Menurut Rizki, Wanda terus menunggu relawan lain yang mundur hingga harus bermalam di sana.
"Dan Alhamdulillah ada yang mundur dan dia [Wanda] masuk. Itu pun enggak mudah, setelah namanya masuk harus dikawal. Karena 5 menit meleng nama Hilang. Karena ini seleksi dan perubahannya cepat banget," ujar Rizki saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (17/9).
Sementara itu, dalam video yang diterima kumparan, Wanda mengucapkan rasa syukur usai bisa mendapat kursi kapal untuk berlayar ke Gaza. Menurutnya, dia mendapat kapal di detik-detik terakhir atas izin Allah.
"Aku tiap hari di pelabuhan dari pagi sampai malam berhari-hari. Sampai di titik menyerahkan semua kepada Allah. Bahwa ketika saya berangkat karena izin Allah, ketika saya enggak berangkat pun saya menyerahkan kepada Allah. Itu adalah keputusan yang juga terbaik," kata Wanda.
Menurut Wanda, dirinya dan delegasi Indonesia lainnya sebetulnya sudah berada di Tunisia sejak 31 Agustus lalu. Sekitar 30 orang Indonesia sedianya berlayar ke Gaza pada 4 September bersama relawan dari berbagai negara. Namun, kata dia ada banyak ketidakpastian sehingga delegasi Indonesia memutuskan mundur.
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy
"Memang itu keputusan yang tepat karena di lapangan hampir setengah dari delegasi seluruh dunia, enggak cuma indonesia, mengundurkan diri dan kembali ke negaranya masing-masing, termasuk dari Prancis, Jerman, dari Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, dari Turki mereka kembali ke negara masing-masing karena ketidakpastian dan juga karena keterbatasan kapal di Tunisia," kata Wanda.
Wanda mengatakan, masih banyak kapal yang tengah direparasi. Belum lagi dengan masalah bahan bakar yang tidak mudah dicari.
"Kalau teman-teman lihat dalam beberapa hari ini saya tetap berkukuh di pelabuhan, bahkan banyak aktivis kemanusiaan yang bermalam di pelabuhan selama empat malam ini. Sehari-hari, kapal terus berlayar dan hari ini, alhamdulilah akhirnya mendapatkan tempat di salah satu kapal," kata Wanda.
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy
Selain Wanda, orang Indonesia yang akan berlayar ke Gaza adalah Muhammad Husein. Koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) itu rencananya akan berlayar di kapal observer. Dia akan berlayar setelah semua kapal-kapal lainnya jalan.
"Exposurenya bukan tentang kita, bukan tentang Global Sumud Flotilla,ini tentang alasan lahir Global Sumud Flotilla, yaitu genosida di Gaza dan blokade Israel di Gaza. Tanpa ada Gaza, kita tidak perlu bergerak sebetulnya, dan ini perlu diperhatikan, kita berlayar di atas laut," kata Husein.
Husein lalu meminta masyarakat Indonesia membantu menyebarkan narasi-narasi tentang perjuangan ini. Baik yang berada di rumah maupun yang ada di sekolah-sekolah.
"Kalian semua berlayar bersama kami untuk menembus blokade Gaza dan memecah kebisuan dunia," katanya.
Trending Now