Wamenkes Tabur Bunga di Makam Nakes COVID-19: Mereka Telah Berjuang

18 November 2025 10:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenkes Tabur Bunga di Makam Nakes COVID-19: Mereka Telah Berjuang
Kementerian Kesehatan menggelar upacara tabur bunga untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis yang gugur akibat pandemi COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (18/11).
kumparanNEWS
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menghadiri tabur bunga di makam para tenaga kesehatan yang gugur saat Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menghadiri tabur bunga di makam para tenaga kesehatan yang gugur saat Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kementerian Kesehatan menggelar upacara tabur bunga untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis yang gugur akibat pandemi COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (18/11).
Kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang jatuh pada 12 November 2025. Keluarga almarhum dan direksi rumah sakit turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut tabur bunga ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada para tenaga medis yang telah berjuang di garis depan selama pandemi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menghadiri tabur bunga di makam para tenaga kesehatan yang gugur saat Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
“Hari Kesehatan Nasional tersebut dalam perayaannya tidak harus melakukan selebrasi, tapi hari ini kita juga melakukan tabur bunga bagi korban tenaga kesehatan yang telah berjuang pada masa pandemi COVID yang lalu,” ujar Dante.
Ia menyebut pandemi COVID-19 telah menyebabkan sekitar 160 ribu korban jiwa di seluruh Indonesia, termasuk 2.087 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tercatat gugur saat menangani pasien di masa pandemi.
“Marilah kita melakukan hening sejenak untuk mengenang para almarhum yang telah berjuang di garis terdepan, menolong pasien, dan memberikan bantuan kesehatan serta bantuan medis kepada rakyat yang terkena pandemi,” kata Dante.
“Kalau mereka tidak berjuang, mungkin korbannya lebih dari 160 ribu, mungkin jutaan seperti di tempat-tempat lain,” lanjutnya.
Dante menegaskan dedikasi para nakes ini akan dicatat secara resmi oleh Kementerian Kesehatan sebagai simbol sejarah dan martabat yang perlu dikenang.
“Ini bukan sebuah cerita saja, tetapi juga sebuah nilai kemanusiaan. Kami tahu mereka berjuang dengan tanpa pamrih dan berusaha di bidang ilmunya masing-masing. Ada yang dokter, ada yang perawat, ada tenaga anestesi, ada yang apoteker, dan sebagainya,” ucap Dante.
Suasana ziarah dan tabur bunga di makam para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang gugur akibat COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Mereka sungguh menjanjikan sesuatu yang lebih dan mungkin banyak sekali nyawa yang terselamatkan atas dedikasi dan pertolongan yang mereka lakukan,” sambung dia.
Dalam kesempatan itu, Dante berharap tabur bunga ini dapat menjadi agenda rutin tiap peringatan Hari Kesehatan Nasional.
“Mudah-mudahan acara tabur bunga ini bisa terselenggara secara rutin di Hari Kesehatan Nasional setiap tahunnya. Sehingga kita bisa terus mengenang jasa-jasa mereka yang sudah gugur di dalam perjuangan menghadapi COVID-19,” katanya.
Ia juga menambahkan pemerintah sudah memberikan santunan dan beasiswa kepada keluarga tenaga medis yang gugur.
Suasana ziarah dan tabur bunga di makam para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang gugur akibat COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Sudah ada santunan dari Kementerian Kesehatan kepada keluarga, dari pemerintah daerah juga ya. Dan beasiswa bagi anak-anak mereka yang masih sekolah. Itu kita berikan,” jelas Dante.
“Itu sebenarnya enggak cukup dibandingkan jasa-jasa mereka yang menyelamatkan ribuan nyawa lain yang hampir tidak tertolong. Akhirnya tertolong karena jasa mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra melaporkan upacara tabur bunga tahun ini diselenggarakan secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk upacara tabur bunga yang seperti biasanya dilaksanakan di TMP Kalibata. Untuk kali ini kita selenggarakan di beberapa lokasi, khususnya untuk melakukan ziarah ke makam tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang gugur akibat penanganan COVID-19 yang lalu,” tuturnya.
Di TPU Pondok Ranggon sendiri tercatat 18 tenaga kesehatan yang dimakamkan. Selain itu, ziarah juga berlangsung di TPU Tegal Alur, TPU Rorotan, dan 28 daerah lainnya, termasuk TMP Kalibata yang hari ini menziarahi sembilan tokoh kesehatan.
Rudi menyebut nama-nama nakes yang dimakamkan di Pondok Ranggon, antara lain Dokter Laurentius Panggabean (RS Soeharto Heerdjan), Dokter Heri Susilo (RSPI), Dwi Hartati (RS Islam Cempaka Putih), dan Rizal Ansori (RS Islam Pondok Kopi).
“Jadi nanti secara khusus Pak Wamen akan melakukan ziarah dan nanti akan bersama, secara bersamaan, nanti ke-14 makam yang lainnya akan diziarahi oleh teman-teman dari Kementerian Kesehatan,” tandasnya.
Trending Now