Wamenkes: Warga Terdampak Banjir-Longsor Sumatera Mulai Alami Gatal hingga Tifus

5 Desember 2025 14:28 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenkes: Warga Terdampak Banjir-Longsor Sumatera Mulai Alami Gatal hingga Tifus
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyebut warga terdampak bencana di Sumatera sudah ada yang mengalami demam, tifus, hingga penyakit kulit.
kumparanNEWS
Kondisi Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat usai dihantam banjir. Foto: Dok. Bakom RI
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat usai dihantam banjir. Foto: Dok. Bakom RI
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyebut warga terdampak bencana di Sumatera sudah ada yang mengalami demam hingga tifus. Selain itu, warga juga mengeluhkan kulitnya gatal.
"Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, ada yang sudah banyak yang demam, sudah banyak yang sakit tifus, dan sebagainya," kata dia kepada wartawan dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12).
Dante menyebut ada empat strategi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam menangani warga yang terdampak bencana. Strategi pertama yakni melakukan penanganan langsung terhadap warga yang terluka.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung (kiri), dan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono (kanan), di Balai Kota Jakarta. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Kemudian, strategi kedua, yakni merevitalisasi layanan kesehatan yang tak bisa beroperasi. Lalu, berikutnya yakni memberi bantuan obat-obatan yang bahannya habis pakai hingga memobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah terdampak.
"Keempat adalah mobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut sehingga bisa mendapat pelayanan yang lebih optimal untuk mereka berdampak," ucap dia.
Kondisi Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat usai dihantam banjir. Foto: Dok. Bakom RI
Dante menambahkan, pihaknya rutin berkoordinasi dengan para kepala dinas di 50 kabupaten dan kota terdampak bencana. Evaluasi atas penanganan terus dilakukan tiap hari.
"Di tiga provinsi tersebut, 50 (kabupaten dan kota) di antaranya terdampak dan kita selalu melakukan evaluasi setiap hari," ujar dia.
Trending Now