Wanita di Gresik Ditipu Pria yang Ngaku Ustaz: Didoakan, Perhiasannya Diambil

29 Oktober 2025 13:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wanita di Gresik Ditipu Pria yang Ngaku Ustaz: Didoakan, Perhiasannya Diambil
“Korban akan didoakan dan dijanjikan akan mendapat panjang umur serta rezeki melimpah,” ujar Widodo.
kumparanNEWS
Lokasi Nurmia ditipu oleh seorang pria yang mengaku ustaz di Kabupaten Gresik. Foto: Polsek Menganti
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Nurmia ditipu oleh seorang pria yang mengaku ustaz di Kabupaten Gresik. Foto: Polsek Menganti
Nurmia (66 tahun), warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang mengaku ustaz. Pelaku mengambil semua perhiasan korban dengan dalih akan mendoakannya agar mendapat rezeki melimpah.
Kanit Reskrim Polsek Menganti, Aiptu Tri Widodo, mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Kampung Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Senin (27/10).
Peristiwa berawal saat Nurmia berjalan kaki menuju pasar. Ketika berada di depan penjual kerang pedas, sebuah mobil Daihatsu Calya putih berhenti.
“Turunlah seorang laki-laki kemudian memanggil korban dan menanyakan jalan ke arah Lakarsantri, Surabaya,” kata Widodo saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Korban lalu menunjukkan arah jalan ke Lakarsantri. Selanjutnya, pria yang belum diketahui identitasnya itu mengatakan kepada Nurmia bahwa ada seseorang yang ingin berbicara dengannya di dalam mobil.
Nurmia pun masuk ke dalam mobil tersebut. Di dalamnya terdapat seorang pria mengenakan sorban, baju batik, dan sarung yang mengaku sebagai ustaz dari pondok pesantren di wilayah Gontor, Jombang, Jawa Timur.
“Kemudian (pria itu) bertanya, apakah korban ada masalah dengan tetangga? Dijawab korban tidak ada. Lalu bertanya lagi, apakah korban akan berangkat umrah, dan dijawab iya,” ucapnya.
Setelah itu, pria tersebut meminta korban mengumpulkan seluruh perhiasan yang dipakainya, di antaranya satu gelang emas seberat 22 gram, satu kalung emas seberat 15 gram, satu pasang anting emas seberat 5 gram, dan satu cincin emas seberat 2,9 gram. Perhiasan itu kemudian dibungkus menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu milik korban.
Saat melepas anting dan kalung, korban dibantu oleh salah satu orang yang duduk di kursi pengemudi. Barang-barang itu kemudian diserahkan kepada pria yang mengaku ustaz dan dibacakan doa.
“Setelah selesai, barang dimasukkan ke plastik warna putih. Selesai didoakan, plastik diserahkan kepada korban dan pelaku berpesan agar membukanya setelah salat zuhur, serta saat wudu perhiasan dicuci dengan air dan airnya diminum,” katanya.
Nurmia kemudian turun dari mobil dan berjalan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, anak korban menanyakan perhiasan ibunya yang sudah tidak tampak.
“Korban lalu menceritakan kejadian yang dialaminya. Karena curiga, anaknya membuka plastik putih yang dibawa korban dan ternyata isinya kosong,” ucapnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 55 juta. Keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Menganti. Kini, polisi masih melakukan penyelidikan.
“Masih penyelidikan,” kata Widodo.
Trending Now