Warga Bongkar Paksa Plang di TN Tesso Nilo, Minta Satgas PKH Pergi dari Lokasi

25 November 2025 10:26 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Bongkar Paksa Plang di TN Tesso Nilo, Minta Satgas PKH Pergi dari Lokasi
Massa warga di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, membongkar paksa plang serta gapura pos jaga milik pemerintah.
kumparanNEWS
Sejumlah Gajah Sumatera jinak binaan dari Tim Flying Squad berjalan di dalam hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah Gajah Sumatera jinak binaan dari Tim Flying Squad berjalan di dalam hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Massa warga di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, membongkar paksa plang serta gapura pos jaga milik pemerintah. Mereka meminta personel TNI bersenjata dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meninggalkan lokasi.
Video aksi warga ini diunggah di akun Instagram Taman Nasional Tesso Nilo. Insiden ini terjadi pada Senin (24/11).
"Wahai para pendemo, tidakkah kalian merasa bersalah telah dengan sengaja bahkan dengan bangga merusak fasilitas negara?," tulis Pengelola Taman Nasional Tesso Nilo.
Menurut pengelola TNTN, negara membangun dengan susah payah bukan untuk membatasi masyarakat, melainkan untuk menjaga kelestarian kawasan serta melindungi satwa liar yang semakin terdesak oleh aktivitas manusia.
"Kita patut merenung ke mana lagi gajah-gajah dan satwa liar lainnya harus tinggal jika habitat terakhir mereka terus diganggu dan dirusak," katanya.
Taman Nasional Tesso Nilo adalah rumah bagi para satwa dilindungi yang seharusnya aman dari konflik, ancaman, dan perusakan lingkungan.
"Tindakan kalian bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlangsungan makhluk hidup yang seharusnya kita jaga bersama," ujarnya.
Pengelola TNTN menyayangkan sikap warga yang arogan dan dianggap bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
"Kami yakin HAM tidak pernah membenarkan perusakan fasilitas negara. HAM tidak membenarkan intimidasi terhadap petugas. Dan HAM tidak pernah menjadi alasan untuk merusak habitat satwa yang juga memiliki hak untuk hidup dan berkembang," ucapnya.
"Semoga nurani kita kembali terbuka untuk menjaga, bukan merusak. Semoga kesadaran mengalahkan ego sesaat. Karena kelestarian alam adalah warisan paling berharga bagi generasi berikutnya," imbuhnya.
Sebelumnya, ketegangan sempat kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Jumat (21/11).
Massa memaksa petugas penertiban hutan keluar dari beberapa pos pengamanan, termasuk Pos 9, Pos 10, Pos Kotis, hingga Pos Kenayang.
Situasi itu menyusul aksi unjuk rasa massa anti-penertiban kawasan hutan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Kamis (20/1).
Kepala Balai TNTN, Heru Sumantoro, menjelaskan aksi massa ini dipicu ketidakpuasan warga atas jawaban dari tim Satgas Penanganan Kawasan Hutan (PKH) saat dialog berlangsung.
โ€œMassa menilai jawaban Satgas PKH tidak memuaskan, sehingga mereka melampiaskan kemarahan dengan mengusir tim satgas dari kawasan TNTN,โ€ ujar Heru.
Di tengah situasi memanas, pendataan masyarakat yang menguasai lahan dalam kawasan TNTN terus dilakukan oleh Pokja I TP2E Provinsi Riau. Berdasarkan rekap per 19 November 2025, tercatat ribuan kepala keluarga (KK) dan ribuan hektare lahan yang telah didata:
โ€ข Bagan Limau: 1.071 KK (2.571,67 Ha)
โ€ข Kusuma: 98 KK (361,64 Ha)
โ€ข Lubuk Batu Tinggal: 14 KK (45,89 Ha)
โ€ข Lubuk Kembang Bunga: 591 KK (1.763,47 Ha)
โ€ข Air Hitam: 202 KK (711,90 Ha)
Trending Now