Warga di Pulau Kangean Geruduk Polsek-Rusak Waterpark, Buntut Nelayan Ditangkap
5 November 2025 20:57 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Warga di Pulau Kangean Geruduk Polsek-Rusak Waterpark, Buntut Nelayan Ditangkap
Sejumlah massa melakukan aksi pembakaran dan perusakan di kawasan Waterpark Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (4/11) malam.kumparanNEWS

Sejumlah massa melakukan aksi pembakaran dan perusakan di kawasan Waterpark Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (4/11) malam. Peristiwa itu dipicu kesalahpahaman masyarakat terkait informasi penangkapan tujuh nelayan oleh aparat kepolisian.
Sebelum itu, massa sempat mendatangi Polsek Kangean untuk menanyakan kabar penangkapan para nelayan yang diduga menjadi provokator saat aksi pengusiran kapal induk milik sebuah perusahaan. Perusahaan itu tengah melakukan uji seismik di perairan Kangean pada Rabu (29/10). Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap perusahaan migas itu.
Karena tak puas dengan penjelasan polisi mengenai penangkapan nelayan, massa kemudian menuju kawasan waterpark dan melakukan pembakaran di lokasi tersebut.
Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, menjelaskan kabar penangkapan itu tidak sepenuhnya benar. Pihaknya memang sempat mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan, namun tidak ada yang ditahan atas aksi pengusiran kapal induk itu.
"Awal mulanya PT KEI survei seismik itu kan, ada pro kontra di sana. Jadi awalnya itu kita kan memberikan imbauan kepada kelompok nelayan karena nelayan itu membawa sajam sama parang dan melepaskan kembang api itu loh (saat aksi mengusir kapal induk milik PT KEI). Akhirnya kan diberikan imbauan. Habis itu diberi surat pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum," kata Widiarti kepada saat dihubungi, Rabu (5/11).
"Setelah itu sudah langsung dilepas. Nah, akhirnya ada kabar info dari itu dikira diamankan, dikira ditahan. Kita kan memberikan imbauan karena ya itu sekitar tujuh orang nelayan itu membawa macam sajam parang. Akhirnya ya dilepaskan," lanjutnya.
Situasi sempat memanas. Massa membakar beberapa benda di depan area waterpark. Sekitar pukul 22.00 WIB, massa mulai membubarkan diri setelah aparat melakukan penjelasan dan pendekatan kepada warga.
"Kita memberikan imbauan kabar itu akhirnya terjadilah itu (aksi pembakaran) massa. Karena petugas itu kan basecamp-nya di waterpark itu. Akhirnya ya langsung terjadilah pembakaran karena massa. Tapi alhamdulillah enggak ada korban jiwa. Situasi sudah terkendali saat ini. Semalam itu saja, alhamdulillah sudah aman," ucapnya.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi.
"Untuk (aksi pembakaran) itu kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pengerusakan itu," katanya.
