Warga Jepara Ramai-ramai Tolak Rencana Peternakan Babi

5 Agustus 2025 14:09 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Jepara Ramai-ramai Tolak Rencana Peternakan Babi
Spanduk dengan tulisan "TOLAK PETERNAKAN BABI DI BUMI JEPARA. ANCAMAN BAGI LINGKUNGAN BAHKAN MENYAKITI UMAT ISLAM," bertebaran di sejumlah jalan protokol.
kumparanNEWS
Spanduk penolakan peternakan babi di Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Spanduk penolakan peternakan babi di Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Rencana pendirian peternakan babi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendapat respons keras dari masyarakat hingga tokoh agama. Spanduk-spanduk penolakan juga muncul di sejumlah titik di Kabupaten.
Spanduk dengan tulisan "TOLAK PETERNAKAN BABI DI BUMI JEPARA. ANCAMAN BAGI LINGKUNGAN BAHKAN MENYAKITI UMAT ISLAM," bertebaran di sejumlah jalan protokol.
Berdasarkan hasil penelusuran kumparan, peternakan babi dengan nilai investasi Rp 10 triliun itu rencananya akan didirikan di Desa Jugo dan Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
Kedua desa itu terletak 42 kilometer dari pusat kota Jepara dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Kades Blingoh: Banyak Mobil Mondar-mandir

Kepala Desa Blingoh Giyarno mengaku justru mendengar kabar itu dari media dan media sosial. Sebab selama ini tak pernah ada sosialisasi atau pemberitahuan tentang rencana tersebut ke pihak desa atau masyarakat.
"Iya saya memang denger katanya rencananya ada Kecamatan Donorojo, katanya di desa ini. Tapi tidak pernah ada sosialiasi atau omongan apa pun baik itu dari pihak perusahaan atau pemerintah. Justru tahunya dari media itu yang ramai ada fatwa dari MUI Jateng," ujar Giyarno, Senin (4/8).
Suasana Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Namun belakangan ini memang banyak mobil dari luar yang mondar-mandir di desanya, namun ia tidak mengetahui siapa mereka.
Giyarno enggan berspekulasi di mana lokasi peternakan babi itu akan didirikan di desanya. Namun di desa yang dihuni oleh 4.000 KK itu memang tersedia lahan kosong yang cukup luas.
"Infonya itu kan setengahnya ada di Blingoh lalu setengahnya lagi di Jugo, memang di sini banyak lahan karena mayoritas penduduknya petani. Tapi itu lahan milik perorangan," jelas dia.
Namun, jika memang rencana peternakan babi itu benar didirikan di desanya ia menegaskan pasti akan menolak. Ia menyebut, penduduk desanya yang mayoritas menganut agama Islam dengan culture Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat pasti juga akan melakukan hal yang sama.
"Pasti ditolak di sini. Pasti. Di sini banyak ulama tokoh-tokoh agama Islam yang kuat. Kan dikhawatirkan itu kalau benar jadi ya, limbahnya seperti apa, lalu sistem ngangkutnya seperti apa karena jalannya cuma satu ini melewati perkampungan. Belum soal perkara babi itu binatang yang najis," ungkap dia.
Namun ia menegaskan, pihak desa tetap membuka diri dengan investasi-investasi yang lain. Seperti peternakan sapi, kambing atau ayam.

Pengurus NU Desa: Tak Masalah soal Investasi Triliunan

Spanduk penolakan peternakan babi di Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Di sisi lain, keresahan juga meliputi Masfufah warga Desa Blingoh. Masfufah yang merupakan pengurus ranting NU Desa Blingoh khawatir peternakan babi itu akan didirikan di desanya. Ramai-ramai kabar itu juga mendapatkan respons keras dari sesama pengurus Ranting NU.
"Ini di grup WhatsApp juga sudah ramai sekali membahas masalah ini. Semuanya pada menolak lah," ujar Masfufah sambil menunjukkan chat di grup WhatsApp-nya.
Ia menyebut, seluruh kiai-kiai di desanya memberikan penolakan keras terkait rencana ini. Ia tak masalah jika desanya kehilangan investasi dengan nilai triliunan rupiah.
Isu yang berembus, nilai investasinya mencapai Rp 1,5 triliun.

Desa Jugo

Spanduk penolakan peternakan babi di Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
kumparan juga menemui Kepala Desa Jugo namun dia dalam kondisi sakit dan tak bisa melayani wawancara. Istrinya lalu mengarahkan untuk wawancara dilakukan terhadap perangkat desa sekaligus orang yang dituakan di Desa Jugo yakni Siswanto.
Desa Jugo sendiri berbatasan langsung dengan Desa Blingoh. Namun kondisi geografinya berada di lereng atau lembah pegunungan Clering. Kontur desanya pun naik turun bukit melewati persawahan atau perbukitan.
Suasana Desa Jugo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Tetua Desa Jugo Siswanto mengaku sudah mendengar rencana pendirian peternakan babi di desanya sejak dua bulan yang lalu. Pihak perusahaan yang diduga akan melakukan investasi peternakan babi juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak desa.
Suasana Desa Jugo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Selasa (5/8/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Meski begitu, ia tidak mengetahui hasil survei yang dilakukan pihak perusahaan tersebut di desanya. Termasuk di mana rencana peternakan itu didirikan.
"Saya juga belum tahu hasil surveinya itu seperti apa termasuk titik lahannya nanti di mana. Respons masyarakat juga terbagi ada yang pro dan kontra. Tapi kami ini kan ngikut bagaimana keputusan pemeritah yang di atas," kata Siswanto.
Trending Now