Waspada Heatstroke di Tengah Cuaca Panas yang Tak Biasa, Kenali Gejalanya

21 Oktober 2025 10:41 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspada Heatstroke di Tengah Cuaca Panas yang Tak Biasa, Kenali Gejalanya
BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca tak panas yang berpotensi terjadi hingga November 2025. Peneliti Ahli Muda BRIN, Ardhi Adhary Arbain, mengimbau waspada heatstroke.
kumparanNEWS
Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca tak panas yang berpotensi terjadi hingga November 2025. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain, mengimbau masyarakat waspada heatstroke.
"Heatstroke itu kan gangguan ibarat temperatur udara yang berlebihan. Itu akibat badan dehidrasi kalau panas badan kita dipaksa mengeluarkan cairan, sehingga terjadilah heatstroke," tutur Ardhi pada Selasa (21/10).
Ia menjelaskan, cuaca panas sampai 36 derajat yang terjadi di Indonesia erat kaitannya dengan heatstroke. Apalagi bila kelembapan udaranya tinggi.
"Ada hubungannya dengan kelembaban udara. Kalau udara lembap, uap air lebih banyak, itu kering yang ada di badan kita susah menguap. Jadi sebenarnya keringat menguap itu bisa mendinginkan tubuh. Kalau olahraga keringatan kena angin itu kan kulit jadi dingin," urai dia.
"Udara makin lembap, jadi tinggal di kulit kita, jadi kayak selimut. Badan kita pengin mengeringkan dulu tapi enggak bisa, jadi panas. itu akibatnya. Jadi sebenarnya kalau dihubungkan dengan heatstroke akibat kelembaban meningkat," tegasnya.
Kata dia, panas tak biasa sangat memicu hal ini. Sebab, manusia memiliki toleransi terhadap temperatur tertentu.
"Sekarang posisi itu kan itu pas di atas Indonesia khususnya Jawa, suhunya naik mungkin 2 sampai 3 minggu. Itu ada batasan tubuh kita mentoleransi temperatur badan kita. Misalnya panas itu sampai 39 derajat itu panas banget," tuturnya.
"Kalau badan kita tidak bisa menurunkan suhu badannya sendiri, itu organ badan kita, ginjal, liver, jantung bisa gagal. Akhirnya meninggal," sambung dia.
Lantas, apa ciri-ciri orang terkena heatstroke?
"Pertama badan panas, tanda tanda dehidrasi. Panas, kemudian enggak enak. Kalau buang air kecil cairannya lebih pekat itu dehidrasi, kalau bening itu enggak," kata dia.
"Pusing, mual, hampir sama kayak kita demam," tutur dia.
Ardhy pun memberi tips agar kita terhindar dari heatstroke di tengah panas tak biasa.
"Masuk ke ruangan sejuk, minum air yang banyak, dan kurangin keluar ruangan. Sekarang sedang panas panasnya," tutupnya.
Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Penyebab Cuaca Panas
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Suhu maksimalnya 36,7 derajat celsius.
"Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025," tutur Guswanto dalam keterangannya, Rabu (15/10).
Ia menambahkan, faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat. Sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
Trending Now