WNI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong Meninggal Saat Melindungi Bayi Majikan
5 Desember 2025 12:11 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
WNI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong Meninggal Saat Melindungi Bayi Majikan
Keluarga Erawati (34) ungkap almarhumah meninggal dunia saat melindungi bayi majikannya ketika kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong terjadi. kumparanNEWS

Keluarga Erawati (34) mengungkap almarhumah meninggal dunia saat melindungi bayi majikannya ketika kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, terjadi pada 26 November 2025.
Menurut kakak kandung Erawati, Suyono (44), sang adik sempat melakukan video call dengan ayahnya dan suaminya pada Rabu (26/11). Ketika itu api sudah melumat apartemen tempatnya bekerja.
"Adik itu tinggal di lantai 8, dia bilang katanya asap sudah masuk, tapi belum pekat, cuma dia bilang sudah nggak kuat, karena banyak asap, dia kelihatan menggendong bayi majikannya," ucap Suyono, menceritakan kisah tragis adiknya, saat ditemui di rumahnya di Dampit, Kabupaten Malang, Jatim.
Erawati Minta Maaf ke Keluarga
Erawati juga menyampaikan permohonan maaf ke suaminya, anaknya yang masih berusia 6 tahun, Wakidi sang ayah, dan pihak keluarga. Di percakapan itu Erawati juga sempat mengatakan, berusaha menyelamatkan diri, bayi, dan orang tua dari majikannya, tapi tidak bisa karena kepungan asap mulai masuk ke lantai 8 tempatnya berada.
"Mereka ini terjebak asap, apinya dari bawah ada tiga orang di dalam, adik saya, bayi majikannya itu, sama orang tua si majikan, bayinya kelihatan ngikut dia (Erawati) terus, nggak mau pisah. Yang lain sedang di luar beraktivitas," ucap Suyono.
Menurutnya, Erawati berkomunikasi lewat panggilan video selama 30 menit. Begitu melihat kondisi Erawati yang dalam bahaya, ayahnya memanggil Suyono yang tinggal tak jauh dari rumah tinggal Suyitno, suami Erawati. Tangis histeris pun pecah dari Suyitno dan keluarga yang melihat kondisi Erawati.
"Saya itu dikabari langsung ke sini, katanya kok Erawati itu kejebak kebakaran, video call setengah jam. Tapi kan kami nggak tahu harus gimana, saya hubungi lagi waktu itu sambungan teleponnya putus, kami hubungi lagi bisa masuk, tapi nggak ada respons," tutur Suyono.
Pihak keluarga akhirnya mendengar kabar duka dari KJRI Hong Kong yang menghubungi Polsek Dampit, dan diteruskan ke dirinya, bahwa Erawati menjadi korban kebakaran. Kabar itu diterimanya Jumat (28/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Dikabari sama KJRI melalui Polsek sini, adik saya jadi korban. Selama dua hari itu kita coba menghubungi masih nyambung, tapi gak direspons. Terus Jumat dapat kabar itu, Jumat itu kita telepon (Erawati), tapi sudah nggak aktif," jelas Suyono.
Erawati Meninggal Kehabisan Napas
Suyono mendapat informasi, Erawati meninggal dunia karena kehabisan napas dan terkepung asap tebal. Tapi jasadnya masih utuh dan tidak mengalami luka bakar. Hal ini terlihat dari foto-foto yang diterima keluarga dari pihak agensi perjalanan dan KJRI Hong Kong.
"(Jasadnya) Tidak terbakar masih utuh, tidak terbakar, bayinya (majikannya) itu kritis dibawa ke rumah sakit, tapi kelanjutannya tidak tahu, orang tua majikannya juga meninggal, bilangnya dia ini terjebak asap nggak bisa melarikan diri. Kami sudah terima foto (jasadnya)," paparnya.
Pascakabar duka itu diterima, proses kepengurusan administrasi pun dilakukan. Pihak perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dari Jakarta dan Pemerintah Desa (Pemdes) Dampit, juga sudah datang ke rumahnya di Dampit, Kabupaten Malang.
"Kemlu sudah ke sini, dokumen sudah diurus juga sama pemerintah desa, Pak Lurah sudah ke sini mengurusi ini (dokumen). Tinggal menunggu proses pemulangan (jenazah). Ya kami ini kan cuma bisa berdoa, berharap adik segera dipulangkan ke Malang, kasihan jasadnya," terang Suyono.
9 PMI Meninggal
Erawati adalah satu dari sembilan WNI yang tewas akibat kebakaran di Hong Kong. Keterangan Kemlu RI pada Kamis (4/12), ada 140 WNI bekerja dan tinggal di apartemen itu sebagai tenaga migran sektor domestik.
Selain korban sembilan korban jiwa, sebanyak satu WNI masih dirawat di RS. Sebanyak 129 selamat dan satu belum ditemukan.
Kebakaran apartemen tersebut terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kebakaran terjadi saat dilakukan pemeliharaan/renovasi pada 7 dari 8 blok apartemen.
