WNI Selamat di Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 125 Orang, 5 Hilang

3 Desember 2025 22:50 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
WNI Selamat di Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 125 Orang, 5 Hilang
Kemlu memperbarui data WNI yang selamat dalam kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong.
kumparanNEWS
Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan jumlah WNI yang selamat dalam kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, bertambah. Berdasarkan data Kemlu yang diterima kumparan, per 3 Desember 2025, jumlah WNI selamat sebanyak 125 jiwa.
Jumlah tersebut bertambah 17 orang dari data hari sebelumnya. Dengan begitu korban hilang yang sebelumnya disebut sebanyak 22 orang, kini tinggal 5 orang.
Adapun WNI yang tinggal di apartemen tersebut ialah 140 orang. Sebanyak 1 orang masih dirawat di rumah sakit dan sembilan orang meninggal dunia.
Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti doa bersama untuk korban kebakaran apartemen di Distrik Tai Po, Hong Kong, Minggu (30/11/2025). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kala itu tujuh dari delapan menara apartemen sedang direnovasi atau pemeliharaan.
Apartemen itu terdiri dari 2.000-an unit dan dihuni sekitar 4.500 orang. Mayoritas WNI yang tinggal di sana bekerja sebagai pekerja migran sektor domestik.
Terkait WNI yang meninggal dunia dalam insiden tersebut, KJRI Hong Kong berupaya memulangkan jenazahnya secepat mungkin.
β€œTentunya repatriasi jenazah WNI diupayakan sesegera mungkin,” ucap Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan, Selasa (2/12).
β€œNamun demikian, tentu terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, termasuk perampungan proses identifikasi, verifikasi dan proses-proses lain yang dilakukan oleh otoritas setempat,” sambung dia.
Oleh sebab itu, Clemens menyebut sampai sekarang belum ada tanggal pasti mengenai kapan pemulangan itu terlaksana.
Trending Now