Yalimo Papua Mencekam: Ayah dan Anak Tewas di Mobil yang Dibakar

18 September 2025 12:50 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yalimo Papua Mencekam: Ayah dan Anak Tewas di Mobil yang Dibakar
β€œKorban sipil turut berjatuhan. Nasir Daeng Mappa dan anaknya, Arsya Dafa, meninggal dunia karena terbakar di dalam mobil,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Kamis (18/9).
kumparanNEWS
Bangunan di Yalimo yang dibakar, dalam kerusuhan sejak Selasa (16/9/2025). Dok: Ist
zoom-in-whitePerbesar
Bangunan di Yalimo yang dibakar, dalam kerusuhan sejak Selasa (16/9/2025). Dok: Ist
Nasir Daeng Mappa (44 tahun) dan anaknya, Arsya Dafa (9), tewas di dalam mobil yang dibakar saat kerusuhan di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan.
β€œKorban sipil turut berjatuhan. Nasir Daeng Mappa dan anaknya, Arsya Dafa, meninggal dunia karena terbakar di dalam mobil,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Kamis (18/9).
Belum jelas detail peristiwa tewasnya Nasir dan anaknya itu, termasuk apa pemicunya.
Faizal menuturkan, ada juga satu anak lain, bernama Atifa (10), mengalami luka sayatan di leher. Faizal belum menerangkan siapa yang menyayat leher Atifa.
Faizal juga menyebutkan bahwa ada seorang pelajar Papua, Sadrak Yohame, yang tewas akibat luka tembak. Faizal belum menjelaskan siapa yang menembak Sadrak ini.

500 Warga Mengungsi

Api yang membara akibat kerusuhan di Yalimo Papua, Selasa malam (16/9/2025). Dok: Ist
Kerusuhan itu bermula dari ejekan kebencian di ruang kelas SMAN 1 Yalimo, saat pembelajaran berlangsung, Selasa pagi (16/9).
Situasi langsung memanas: Siswa yang mengejek tersebut dipukuli sejumlah siswa lain, masyarakat setempat pun terpancing bahkan menyerang guru yang berusaha melerai.
Ribut-ribut di sekitar sekolah pun meluas hingga ke seluruh Distrik Elelim.
Hingga rabu malam (17/9), di luar data terkait Nasir, Arsya, Atifa, dan Sadrak, berikut daftar dampak kerusuhan:
Suasana Yalimo Papua, Selasa (16/9/2025). Dok: Ist
Suasana Yalimo Papua, Selasa (16/9/2025). Dok: Ist
Trending Now