Yordania Ikut Serang ISIS, Pejuang Kurdi Dievakuasi dari Aleppo

11 Januari 2026 22:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yordania Ikut Serang ISIS, Pejuang Kurdi Dievakuasi dari Aleppo
Situasi keamanan di Suriah kembali membara. Angkatan Udara Yordania ikut menyerang kelompok ISIS di Suriah pada Sabtu (10/1) malam sebagai bagian dari operasi militer AS
kumparanNEWS
Anggota Pertahanan Sipil Suriah berupaya memadamkan api setelah penembakan di tengah bentrokan yang kembali terjadi antara tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah di Aleppo, Suriah, pada (8/1/2026) Foto: REUTERS/Karam al-Masri
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Pertahanan Sipil Suriah berupaya memadamkan api setelah penembakan di tengah bentrokan yang kembali terjadi antara tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah di Aleppo, Suriah, pada (8/1/2026) Foto: REUTERS/Karam al-Masri
Situasi keamanan di Suriah kembali membara. Angkatan Udara Yordania melancarkan serangan ke target kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah pada Sabtu (10/1) malam sebagai bagian dari operasi militer koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).
Militer Yordania menyatakan serangan udara tersebut menyasar sejumlah target ISIS di beberapa wilayah Suriah. Operasi itu dilakukan bersama mitra koalisi untuk menekan kembali aktivitas kelompok ekstremis.
“Serangan tersebut dikoordinasikan dengan para mitra dalam kerangka koalisi internasional untuk menetralkan kemampuan kelompok teroris dan mencegah mereka melakukan konsolidasi ulang,” demikian pernyataan Angkatan Darat Yordania, Minggu (11/1).
Di saat yang sama, pasukan pemerintah Suriah mengevakuasi ratusan pejuang Kurdi dari Aleppo setelah distrik Sheikh Maqsud—wilayah terakhir yang dikuasai kelompok Kurdi—sepenuhnya jatuh ke tangan militer.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan kepada AFP bahwa 360 pejuang dan lebih dari 59 orang terluka dievakuasi dari Sheikh Maqsud menuju wilayah otonomi de facto Kurdi di timur laut Suriah. Selain evakuasi, aparat keamanan juga melakukan penahanan.
“Sebanyak 300 orang Kurdi lainnya, termasuk anggota pasukan keamanan, ditahan,” ujar pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Anggota pasukan keamanan umum memegang senjata di lingkungan Sheikh Maksoud setelah menguasai daerah tersebut, menyusul runtuhnya kesepakatan antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Aleppo, Suriah, Sabtu (10/1/2026). Foto: Khalil Ashawi/REUTERS
Koresponden AFP melaporkan, bus-bus berisi pria terlihat meninggalkan Sheikh Maqsud pada malam hari dengan pengawalan ketat pasukan pemerintah. Evakuasi dan penahanan ini menyusul bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok Kurdi di Aleppo, yang sebelumnya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata dan penarikan pasukan Kurdi dari wilayah tersebut.
Meski kekuasaan ISIS secara teritorial telah runtuh sejak dikalahkan oleh pasukan lokal dengan dukungan koalisi internasional, kelompok tersebut masih mempertahankan keberadaan di wilayah gurun Suriah.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap menunjukkan sikap skeptis terhadap kehadiran militer AS di Suriah. Pentagon sebelumnya mengumumkan rencana pengurangan separuh personel AS di negara itu, sementara utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut Washington pada akhirnya akan menyisakan satu pangkalan militer saja.
Trending Now