Australia Wajibkan Mobil Listrik Punya Suara Peringatan di Kecepatan Rendah
7 November 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Australia Wajibkan Mobil Listrik Punya Suara Peringatan di Kecepatan Rendah
Aturannya ketat, mobil listrik termasuk turunannya wajib punya suara yang aktif otomatis di kecepatan rendah demi keselamatan bersama. #kumparanOTOkumparanOTO

Pemerintah Australia resmi menetapkan aturan bahwa mobil listrik (BEV), mobil hybrid (HEV), dan kendaraan hidrogen yang baru dijual di sana, harus mengeluarkan suara peringatan saat melaju di kecepatan rendah.
Ketiga kendaraan itu nyaris tak bersuara saat melintas di jalanan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan bagi pesepeda dan pejalan kaki, terutama penyandang tunanetra, sebagaimana dilaporkan Drive.
"Seiring semakin banyaknya warga Australia yang memilih untuk mengendarai kendaraan listrik, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut aman bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya," Catherine King, Menteri Transportasi, saat pengumuman Aturan Desain Australia (ADR) tahun lalu.
Kini, setiap kendaraan terbaru wajib dilengkapi sistem Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS) yang akan bersuara saat mobil melaju sampai kecepatan 20 km/jam. Misalnya, ketika melewati parkiran, persimpangan, jalan masuk perumahan, dan area pedestrian lainnya.
Kebijakan yang diumumkan pada 2024 itu akan berlaku mulai 1 November 2025. Aturan ini diterapkan untuk mobil, truk, dan bus teranyar yang bisa bergerak maju atau mundur tanpa menggunakan mesin bensin atau diesel.
Semua kendaraan baru yang dipasarkan di Negeri Kanguru wajib memenuhi kebijakan ini paling lambat 1 November 2026. Namun, aturan tersebut tak berlaku bagi kendaraan yang telah dijual lebih dulu atau sudah wara-wiri di jalanan.
Di sisi lain, penelitian dari Vision Australia menemukan bahwa 35 persen penyandang tunanetra atau orang dengan gangguan penglihatan pernah nyaris tertabrak kendaraan yang tak bersuara.
βVision Australia telah menyerukan agar AVAS diperkenalkan di tahun 2018. Dengan BEV yang diprediksi akan mencapai 90 persen dari kendaraan Australia pada tahun 2050, sangat penting untuk tidak menunda pemberlakuan AVAS,β kata Chris Edwards, Direktur Hubungan Pemerintah, Advokasi, dan NDIS Vision Australia dalam pernyataannya.
Pemerintah Australia sendiri memperkirakan adanya sistem AVAS bisa mencegah 68 kematian, 2.962 cedera ringan, dan 2,675 cedera serius sampai tahun 2060. Selain itu, sistem ini juga diprediksi dapat menghemat pengeluaran masyarakat hingga USD 134 juta atau sekitar Rp 2,25 triliun.
Menurut pemerintah setempat, kendaraan BEV, HEV, dan hidrogen lebih sulit didengar dibanding mobil bensin atau diesel. Hal ini berisiko lebih tinggi menabrak pejalan kaki, terutama penyandang tunanetra.
Adapun, aturan tersebut ternyata telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah negara bagian dan teritori, komunitas tunanetra dan low vision, serta produsen kendaraan.
Sebagai informasi, kebijakan itu membuat Australia sejajar dengan negara lain seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Jepang yang sudah lebih dulu mewajibkan mobil setrum mengeluarkan suara demi keamanan.
