Bahaya Berhenti di Akses Rest Area yang Penuh, Lebih Baik Keluar Tol
22 Desember 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Bahaya Berhenti di Akses Rest Area yang Penuh, Lebih Baik Keluar Tol
Praktisi keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu menghimbau untuk tidak berhenti di pintu masuk atau keluar rest area. #kumparanOTOkumparanOTO

Instruktur Keselamatan Berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan agar pengguna jalan tidak berhenti di bahu jalan, termasuk ketika hendak beristirahat ke rest area.
βJangan pernah berhenti di bahu jalan, baik pintu masuk maupun pintu keluar rest area. Termasuk dengan alasan rest area itu penuh. Pertama, itu melanggar hukum. Kedua, itu berbahaya, karena sering memicu kecelakaan fatal,β buka Jusri kepada kumparan belum lama ini.
Perlu dipahami, dasar hukum larangan berhenti di bahu jalan tol selain dalam keadaan darurat telah disebutkan di Pasal 41 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.
Di mana bahu jalan tol digunakan bagi arus lalu lintas keadaan darurat, berhenti darurat, tidak digunakan untuk keperluan menaik-turunkan penumpang/barang, tidak digunakan untuk mendahului kendaraan, dan menarik/menderek/mendorong kendaraan.
Menurut Jusri, kendaraan-kendaraan yang berhenti di bahu jalan sangat rentan berbenturan oleh kendaraan lain dari belakang.
Solusi dari penuhnya rest area bisa diatasi dengan berhenti di rest area berikutnya atau keluar tol sejenak, mencari pintu keluar terdekat untuk berhenti di tempat lebih aman.
βKalau rest area penuh akan ada rest area berikutnya. Tapi kalau dilihat gelagat penuh juga, jangan khawatir, keluar saja dari tol,β ucap Jusri.
βDi luar tol kan banyak (tempat istirahat), ada pom bensin, minimarket, masjid, warung. Gunakan tempat-tempat itu untuk beristirahat. Kebanyakan orang berpikir akan jauh, tapi lebih baik jauh sedikit lebih aman dan selamat daripada di bahu jalan yang berbahaya,β jelasnya.
Pada saat berhenti, perlu dimaksimalkan untuk mengisi kembali energi. Salah satu cara terbaik adalah tidur sejenak. Melakukan power nap sekitar 15 sampai 30 menit, cukup untuk mengembalikan kebugaran.
βIstirahat paling berkualitas adalah tidur. Ada metode power nap 15 sampai 30 menit, bisa juga mini nap sekitar 10 sampai 15 menit, bahkan ada nano nap yang hanya 5 menit,β ungkapnya.
Adapun puncak arus liburan Nataru diprediksi akan padat hingga mencapai pergantian tahun 2026. Terlebih saat periode cuti bersama pada 24-26 Desember 2025.
