Bepergian Libur Akhir Tahun 2025, Waspada Cuaca Ekstrem

23 Desember 2025 7:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bepergian Libur Akhir Tahun 2025, Waspada Cuaca Ekstrem
Prediksi cuaca ekstrem dari BMKG menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi strategi pengaturan lalu lintas. #kumparanOTO
kumparanOTO
Ilustrasi lalu lintas jalan raya saat hujan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lalu lintas jalan raya saat hujan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Korlantas Polri terus mematangkan kesiapan pengamanan arus lalu lintas jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 melalui Operasi Lilin 2025. Prediksi cuaca ekstrem dari BMKG menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi strategi pengaturan lalu lintas, terutama di wilayah rawan banjir dan rob.
Berdasarkan laman resmi Korlantas Polri, jalur Pantura disebut menjadi titik perhatian khusus karena potensi hujan dengan intensitas tinggi akibat pengaruh badai siklon. Wilayah pesisir utara Jawa, mulai dari Demak hingga Brebes, dinilai memiliki risiko gangguan arus kendaraan yang cukup signifikan.
Dirgakkum Korlantas Polri sekaligus Wakaopspus Operasi Lilin 2025, Brigjen Pol Faizal, mengatakan kondisi cuaca tahun ini membutuhkan kewaspadaan ekstra. Prediksi BMKG menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas.
Ilustrasi badai. Foto: Alexandru Chiriac/Shutterstock
“Menurut data BMKG untuk tahun ini terjadi badai siklon. Badai siklon itu curah hujannya sangat tinggi sekali. Salah satu yang paling diantisipasi adalah Pantura dari Demak sampai Brebes dan wilayah pesisir,” ujar Brigjen Pol Faizal.
Tak hanya jalur darat, Korlantas juga memberi perhatian pada lintasan penyeberangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Rute Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk menjadi fokus pengamanan karena potensi gelombang tinggi.
Sebagai langkah pengendalian, Korlantas menyiapkan skema Delay System untuk mengatur kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan. Kendaraan akan diarahkan parkir sementara di rest area dan buffer zone sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Sebuah kendaraan bersiap menaiki kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (1/5/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Dari sisi pola pergerakan kendaraan, Korlantas menilai karakteristik arus Natal dan Tahun Baru berbeda dengan mudik Lebaran. Mobilitas masyarakat cenderung menyebar antardaerah dan kawasan wisata, sehingga rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional.
Pemantauan lalu lintas akan mengandalkan sistem Traffic Counting untuk melihat rasio volume dan kapasitas jalan secara real time. Rekayasa akan diterapkan apabila tingkat kepadatan terpantau meningkat dalam kurun waktu tertentu.
Satlantas Polres Depok merekayasa lalu lintas di pintu keluar tol Margonda 1, Depok, Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. kumparan
“Kalau sudah warna kuning satu jam, dua jam berturut-turut, itu persiapan kita untuk rekayasa,” ungkap Brigjen Pol Faizal.
Untuk wilayah rawan banjir rob seperti Demak, Korlantas telah menyiapkan jalur alternatif di bagian selatan. Pemisahan jalur kendaraan besar dan kecil juga disiapkan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada Desember 2025. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan seperti Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.
Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang berpeluang terjadi dalam durasi singkat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Warga merekam gelombang tinggi yang menerjang Dermaga Pelabuhan Eksekutif Merak di Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/12/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
“Pada bulan Desember 2025, sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dengan potensi hujan signifikan. Kondisi ini dapat memicu cuaca ekstrem, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru,” kata Andri Ramdhani.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemantauan prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat, laut, dan udara.
Awan tebal menyelimuti permukiman dan gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas perjalanan serta selalu memantau informasi cuaca dari BMKG,” lanjut Andri.
Sebagai dukungan tambahan, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memantau informasi cuaca sepanjang rute perjalanan melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG.
Trending Now