Berita Populer: Truk Kamaz Mendunia di Rally Dakar; Tekanan Pasar Otomotif 2026
12 Januari 2026 8:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Berita Populer: Truk Kamaz Mendunia di Rally Dakar; Tekanan Pasar Otomotif 2026
Berita populer kumparanOTO, Senin (12/1) mengenal Kamaz, truk pekerja yang mendunia berkat Rally Dakar, serta tekanan pasar otomotif 2026: Daya beli kelas menengah jadi kunci. #kumparanOTOkumparanOTO

Mengenal Kamaz, truk pekerja yang mendunia berkat Rally Dakar menjadi berita populer kumparanOTO, Senin (12/1).
Tekanan pasar otomotif 2026: Daya beli kelas menengah jadi kunci, serta motor listrik Polytron andalan ojek daring, 200 kilometer cuma habis Rp 10 ribu juga menarik perhatian banyak pembaca.
Mengenal Kamaz, Truk Pekerja yang Mendunia Berkat Rally Dakar
Bicara tentang reli paling menantang di dunia, Rally Dakar, selalu menghadirkan kejutan bukan hanya dari mobil dan motor yang berlaga, tapi juga dari kelas truk. Di sinilah Kamaz, pabrikan truk asal Rusia, menemukan mahkotanya sebagai penguasa kategori truck reli lintas alam.
Kamaz, yang merupakan singkatan dari Kama Automobile Plant, berdiri pada tahun 1969 di Naberezhnye Chelny, Rusia, dan sejak itu tumbuh menjadi salah satu produsen truk terbesar di Eropa Timur.
Tekanan Pasar Otomotif 2026: Daya Beli Kelas Menengah Jadi Kunci
Industri otomotif nasional diperkirakan masih menghadapi tekanan pada 2026. Salah satunya dilandasi penyusutan kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung pasar kendaraan bermotor di Indonesia.
Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, ketika daya beli kelas menengah melemah, maka akan sulit untuk memperbaiki kondisi pasar.
Motor Listrik Polytron Andalan Ojek Daring, 200 Kilometer Cuma Habis Rp 10 Ribu
Penggunaan motor listrik untuk aktivitas harian berintensitas tinggi mulai menunjukkan relevansinya di lapangan. Hal itu tercermin dari pengalaman Zulfikar, pemilik Polytron Fox R yang berprofesi sebagai ojek daring dan mengandalkan motor listrik tersebut untuk bekerja hingga 12 jam per hari.
Dalam kesehariannya, Zulfikar mengaku jarak tempuh yang dilalui terbilang panjang. Aktivitas mengaspal sejak pagi hingga malam membuat konsumsi jarak tempuh motor listriknya nyaris menyentuh batas maksimal setiap hari.
