BYD Atto 1 Dilirik Jadi Armada Taksi Online
19 Agustus 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
BYD Atto 1 Dilirik Jadi Armada Taksi Online
Memiliki harga setara LCGC membuat BYD Atto 1 berpotensi sebagai armada taksi online. #kumparanOTOkumparanOTO

Produk terbaru BYD Atto 1 memiliki pagu harga dekat dengan segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang saat ini diutilisasi sebagai armada taksi online.
Model mobil listrik dengan harga terjangkau itu pun rupanya juga sudah dilirik perusahaan ride hailing.
Head of Public Relations & Government PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengkonfirmasi ada ketertarikan dari perusahaan moda transportasi daring untuk juga menggunakan BYD Atto 1.
βKami saat ini sifatnya lebih kita serahkan ke mekanisme market. Tapi, saya cek perolehan SPK itu memang ada beberapa yang tertarik untuk keperluan niaga, yaitu ride hailing, menjadi moda Gocar atau Grab,β buka Luther di Semarang belum lama ini.
Namun, ia belum bisa memastikan kapan BYD Atto 1 resmi menjadi bagian dari Grab dan Gojek. Seluruhnya diserahkan kepada konsumen yang memiliki kebutuhan pembelian secara fleet.
βMemang Grab dan Gocar sendiri sudah ada bertanya ke kami tentang possibility untuk supply ke mereka. Jadi, pada akhirnya memang kami serahkan ke market, tapi kami nggak mau over claim dari sekarang,β imbuhnya.
Saat ini, kedua perusahaan tersebut sedang menjalani fase eksplorasi BYD Atto 1, sebagai langkah memahami kendaraan tersebut.
Biaya operasional lebih murah
Pihak BYD Motor Indonesia mengeklaim biaya operasional BYD Atto 1 lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional di kelas dan rentang harga serupa.
Sebagai contoh, BYD membandingkan biaya kepemilikan Atto 1 Premium yang memiliki banderol Rp 235 juta dengan mobil city car hatchback seharga Rp 225,6 jutaan. Meski harga Atto 1 lebih mahal, biaya yang dikeluarkan untuk operasional lebih hemat hingga 7 persen.
Diawali dengan biaya energi yang digunakan, mobil Internal Combustion Engine (ICE) diisi menggunakan BBM Pertalite seharga Rp10.000/liter. Sementara, BYD Atto 1 di SPKLU hanya membutuhkan biaya Rp2.630 kWh.
Apabila konsumsi BBM mobil bensin tersebut di angka 20 km/l maka untuk penggunaan sehari-hari 40 kilometer membutuhkan uang Rp20.000. BYD Atto 1 dengan rute perjalanan yang sama hanya membutuhkan Rp14.411 per hari.
Mengacu pada perhitungan harian tadi, mobil konvensional membutuhkan Rp600.000 per bulan dan Rp7.200.000 per tahun. Pengeluaran lebih terjangkau bisa didapat dengan BYD Atto 1. Skenario penggunaan serupa dan dalam rentang waktu yang sama, biaya operasional Atto 1 sebesar Rp432.329 per bulan dan Rp5.187.945 per tahun.
Adapun spektrum pajak BYD Atto 1 hanya Rp100.000 per bulan, sementara mobil ICE di angka Rp 3 jutaan. Lebih lanjut, biaya servis 20.000 km atau satu tahun city car bermesin ICE mencapai Rp 2 jutaan, Atto 1 tentu lebih hemat di angka Rp 1 jutaan.
Setelah ditotal, BYD Atto 1 membutuhkan budget Rp6.337.945 untuk kepemilikan satu tahun, sementara pesaingnya bermesin bensin sejumlah Rp12.200.000. Ketika mobil digunakan dalam kurun waktu 5 tahun, artinya pemilik Atto 1 perlu merogoh kocek Rp31.689.726 dan pengguna city car ICE sebesar Rp61.000.000.
Biaya kepemilikan 5 tahun yang dijumlah dengan harga kendaraan, keluar nominal Rp266.689.726 untuk BYD Atto 1 Premium dan Rp286.610.000 untuk city car ICE.
