BYD Bakal Bawa PHEV ke Indonesia Tahun Depan
2 Desember 2025 6:13 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
BYD Bakal Bawa PHEV ke Indonesia Tahun Depan
BYD siap menghadirkan model kendaraan elektrifikasi berbasis PHEV tahun depan di Indonesia. #kumparanOTOkumparanOTO

Head of Public Relation & Government PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengungkap bahwa kendaraan berbasis PHEV cocok untuk demografi wilayah Indonesia, khususnya berkaitan dengan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
βSangat mungkin kita bawa di tahun depan untuk melengkapi line-up sebagai solusi juga terhadap daerah tertentu yang mungkin masih mengalami masalah di sisi infrastruktur,β kata Luther di arena Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 belum lama ini.
Lebih lanjut, kendaraan PHEV dinilai bisa menjadi fase transisi peta jalan mobil berbasis elektrifikasi, utamanya perpindahan dari mesin konvensional menuju full listrik.
βIni (PHEV) teknologi transisi yang baik supaya orang lebih melihat dulu bahwa sebenarnya EV adalah solusi transportasi masa depan. Sementara PHEV ini sebenarnya EV, karena di banyak negara PHEV itu masuk dalam kategori EV,β sambungnya.
Kendati demikian, Luther enggan mencirikan lebih lanjut model PHEV apa yang hendak dibawa ke Indonesia. Sebagai catatan, teknologi PHEV yang dimiliki BYD sudah diimplementasikan secara masif.
βKita akui kita adalah salah satu pemain besar di PHEV. Sangat mungkin sekali untuk kita bawa ke Indonesia. Apalagi line-up PHEV dan EV kita itu paling komplit saat ini di setiap segmen,β ujarnya.
Mengacu situs resmi perusahaan, BYD mengusung sistem PHEV bernama DM-i. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai berkapasitas besar mirip mobil listrik.
BYD mengeklaim, teknologi DM-i berbeda dibanding PHEV pada umumnya. Jika kebanyakan PHEV masih mengandalkan mesin bensin untuk mendorong roda, pada DM-i seluruh penggerak diserahkan ke motor listrik.
Sederhananya, sistem ini bekerja seperti serial hybrid, di mana mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator ketika baterai mulai menipis. Teknologi tersebut mirip cara kerja sistem Daihatsu eSmart Hybrid atau Nissan e-Power, namun dengan baterai lebih besar.
Kapasitas baterai yang besar memungkinkan DM-i diisi layaknya mobil listrik murni. Kombinasi pengisian lewat mesin dan melalui SPKLU menjadi keunggulan tersendiri, terutama bagi negara seperti Indonesia yang infrastruktur charging-nya belum merata.
