BYD Denza D9 Bikin Harga Toyota Alphard Bekas Anjlok

11 September 2025 17:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BYD Denza D9 Bikin Harga Toyota Alphard Bekas Anjlok
Pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua mengeluhkan turunnya harga Toyota Alphard imbas MPV listrik premium Denza D9. #kumparanOTO
kumparanOTO
Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Persaingan di segmen MPV premium makin ketat setelah hadirnya Denza D9, sub-brand mobil listrik premium besutan BYD. Dampaknya langsung terasa di pasar mobil bekas, terutama pada Toyota Alphard yang jadi salah satu model paling terdampak.
Peter, penggawa Lapak Mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengakui penjualan Alphard kini melambat drastis. Bahkan, harga jualnya turun jauh dibanding sebelum Denza D9 meluncur.
โ€œAlphard turun banyak harganya. Yang lansiran tahun 2021 enggak sampai Rp 900 juta sekarang. Dulu sebelum Denza D9 keluar, produksi tahun 2021 bisa jual di atas Rp 1 miliar. Tahun 2024 masih bisa Rp 1 miliar minimal banget. Sekarang paling Rp 850 juta sampai Rp 880 juta, tergantung kondisi,โ€ kata Peter kepada kumparan saat ditemui di WTC Mangga Dua, baru-baru ini.
MPV listrik premium Denza D9 di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Untuk Alphard Hybrid keluaran 2024, menurut Peter harganya juga ikut tertekan meski belum banyak unit yang masuk bursa mobil bekas.
โ€œKalau ada yang jual, saya rasa Toyota Alphard hybrid bekas bisa di bawah Rp 1 miliar karena susah jualnya. Denza D9 baru saja Rp 950 juta. Jadi Alphard Hybrid juga kena efeknya,โ€ tambahnya.
Peter menilai, banyak konsumen di segmen mobil premium kini lebih memilih Denza D9 karena hitung-hitungannya lebih menguntungkan.
โ€œOrang kaya pikirnya enggak usah bayar pajak. Pajak Alphard sekitar Rp 20 juta setahun, dipakai 5 tahun sudah Rp 100 juta. Bensin setahun bisa Rp 40 juta lebih, 5 tahun Rp 200 juta. Jadi setahun bisa rugi Rp 300 juta. Kalau pakai Denza, meski sama-sama turun harga, tapi enggak ada maintenance ribet dan lebih hemat,โ€ jelasnya.
Akibatnya, Alphard bekas kini menumpuk di pasar. Pasalnya banyak masyarakat yang mau menjual Alphard namun sedikit yang mau meminangnya.
Toyota Alphard di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
โ€œBanyak yang jual, jadi pasarnya lagi hancur-hancuran. Waktu itu puluhan orang yang nawarin. Kita sampai enggak berani beli. Alphard di showroom saya masih sisa 1 unit sudah 8 bulan enggak laku. Dari Rp 880 juta sudah turun ke Rp 850 juta, tetap belum kejual,โ€ ujar Peter.
Lebih lanjut, Marko Kurniawan, pemilik showroom 689 Mobilindo di WTC Mangga Dua, menuturkan Denza D9 bekas pun kini mulai banyak yang mencari. Harganya juga terpantau turun meski usia mobil baru setahun.
Tampilan Denza D9 saat dipamerkan pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
โ€œHarga kita pernah jual masih Denza D9 di bawah Rp 800 juta, sekitar Rp 780 juta tergantung kondisi. Tahun 2024-2025 karena baru setahun, start di Rp 750 juta sampai Rp 800 juta tergantung kilometer dan kondisi mobil,โ€ kata Marko.
Kehadiran Denza D9 membuat peta pasar MPV mewah bergeser. Toyota Alphard yang selama ini jadi primadona, kini harus menghadapi tantangan baru dari kompetitor asal China yang menawarkan mobil listrik dengan harga lebih kompetitif.
Trending Now