BYD Tegaskan Komitmen pada Baterai LFP, Utamakan Keselamatan Mobil Listrik

9 Desember 2025 7:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BYD Tegaskan Komitmen pada Baterai LFP, Utamakan Keselamatan Mobil Listrik
BYD kukuh pakai baterai berteknologi LFP untuk mobil listrik, keamanan jadi alasan. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Ruang mesin BYD Atto 1. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruang mesin BYD Atto 1. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Pabrikan mobil asal China, BYD, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Perusahaan mengajak masyarakat untuk tetap percaya pada industri baterai kendaraan listrik (BEV) dari negara tersebut.
General Manager Brand and Public Relations BYD, Li Yunfei, menyoroti insiden kebakaran kendaraan setrum yang belakangan ini kerap terjadi dan beredar di internet. Isu tersebut menimbulkan kekhawatiran dan memengaruhi kepercayaan konsumen.
"Kebakaran BEV yang melibatkan baterai non-LFP di internet membuat konsumen percaya bahwa mobil listrik dan baterainya tidak aman serta berbahaya. Namun, konsumen tidak peduli apakah baterainya LFP atau lithium terner," tegas Li dalam Tokyo Motor Show 2025, mengutip IT-home.
Menurutnya, China sekarang menjadi pasar baterai BEV yang tumbuh paling cepat dan punya sumber daya melimpah. Negara ini juga memiliki kemampuan riset yang kuat serta industri yang sudah matang.
Pabrik mobil elektrifikasi BYD di Hungaria. Foto: Dok. BYD
Ia menambahkan, meski baterai solid-state lebih unggul, teknologi baterai saat ini sudah matang. Infrastruktur pengisian daya juga semakin lengkap dan andal, bahkan di cuaca ekstrem. Karena itu, BYD berkomitmen untuk memakai baterai LFP di seluruh modelnya.
"BYD selalu berpegang teguh pada LFP. Semua model saat ini dan di masa mendatang akan terus menggunakan teknologi yang sama, inilah prinsip kami. Keselamatan adalah hal mendasar, kemewahan terbesar, dan tujuan dasar desain produk," terangnya.
Lebih lanjut, Li mencontohkan elektrifikasi bus di China selama 15 tahun terakhir sebagai bukti keandalan baterai LFP. Teknologi ini terbukti aman tanpa kebakaran serius. Faktor keselamatan menjadi alasan utama perusahaan memilih LFP, termasuk pada mobil pribadi.
Data dari Januari-September 2025 menunjukkan bahwa penggunaan baterai LFP mencapai 493,9 GWh, naik 42,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Baterai ini sekarang menguasai lebih dari 80 persen pasar China dan menjadi pilihan utama untuk BEV.
Mobil listrik BYD Atto 1 ditampilkan di booth Mobil Listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kemudian, Li juga menyoroti keunggulan teknis baterai LFP yang lebih awet dibanding baterai litium terner. Baterai LFP mampu bertahan lebih dari 3.500 kali siklus pengisian, sementara baterai litium terner hanya sekitar 2.000 kali.
Selain itu, sel LFP juga lebih stabil terhadap panas. Suhu pelarian termalnya bisa mencapai lebih dari 500 derajat, sedangkan baterai lithium terner berada di bawah 300 derajat.
Ia mengingatkan, beberapa produsen masih memakai baterai litium terner demi menambah jarak tempuh. Namun, Li mengatakan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama bagi industri.
"Sebagai peserta kunci di sektor ini, kami berharap semua pemain berkontribusi positif dan memprioritaskan keselamatan sebagai standar dasar," tuntasnya.
Trending Now