Cerita Zul 2 Tahun Pakai Motor Listrik Polytron, Odometer Nyaris 100 Ribu Km
3 Januari 2026 15:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
Cerita Zul 2 Tahun Pakai Motor Listrik Polytron, Odometer Nyaris 100 Ribu Km
Cerita Zulfikar pemilik motor listrik Polytron Fox R dengan jarak tempuh mencapai 93 ribu kilometer. #kumpatanOTOkumparanOTO

Penggunaan motor listrik untuk aktivitas harian jarak jauh mulai menunjukkan bukti nyata di lapangan. Salah satunya datang dari pengalaman anggota komunitas Polytron EV Rider (PEVR), Zulfikar, yang telah menempuh jarak 93 ribu kilometer menggunakan Polytron Fox R selama dua tahun.
Motor listrik tersebut bukan hanya dipakai untuk mobilitas ringan, melainkan digunakan setiap hari sebagai kendaraan operasional sebagai ojek daring. Dalam rutinitasnya, Zulfikar mengaku bisa menempuh ratusan kilometer per hari dengan jam kerja yang panjang.
“Ya memang motor ini saya pakai sebagai ojol Grab, tiap hari dari jam 7 pagi sampai sekitar jam 7 malam. Sehari bisa motoran sampai 200 kilometer,” ujar Zul sapaan akrabnya saat ditemui di kumparan On The Road baru-baru ini.
Dengan jarak tempuh harian yang tinggi, aktivitas pengisian daya menjadi bagian penting dari rutinitas. Dalam satu hari, Zulfikar menyebut proses pengisian baterai bisa dilakukan hingga dua kali, tergantung intensitas penggunaan.
Selain digunakan untuk bekerja, Polytron Fox R miliknya juga kerap diajak perjalanan jarak jauh bersama komunitas. Sejumlah rute touring antarkota hingga antarprovinsi sudah pernah dilibas, mulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Bali.
“Kita juga dari komunitas suka ikut touring. Pernah ke Guci Tegal, ke Jogja, dan paling jauh ke Bali. Waktu itu rencananya dari Jakarta ke Bali lanjut ke Lombok, tapi saya sampai Bali saja,” katanya.
Perjalanan Jakarta–Bali sendiri ditempuh selama tiga hari di perjalanan. Menurut Zulfikar, perjalanan tersebut membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait titik pengisian daya di sepanjang rute.
“Jakarta ke Bali itu tiga hari di jalan. Ngecas total 18 kali. Sekali ngecas sekitar satu jam karena kita bawa fast charging,” jelasnya.
Ia menambahkan, jarak tempuh Polytron Fox R dalam kondisi normal bisa mencapai sekitar 130 kilometer. Namun saat digunakan dengan gaya berkendara lebih agresif, jarak tersebut bisa turun hingga sekitar 100 kilometer, sehingga pemetaan lokasi SPKLU menjadi krusial.
“Karena jarak tempuh tergantung cara pakai. Kalau ngebut ya sekitar 100 kilometer. Jadi sebelumnya kita mapping dulu SPKLU dari Jakarta sampai Bali sesuai kapasitas baterai,” ucapnya.
Untuk lokasi pengisian daya, Zulfikar biasanya memanfaatkan berbagai opsi yang tersedia. Selain melakukan pengecasan di rumah, ia juga memanfaatkan fasilitas milik Polytron dan jaringan pengisian milik PLN.
“Kalau ngecas biasanya di rumah singgah, di Service Center Polytron juga ada, dan di PLN juga sering,” katanya.
Terkait kendala selama perjalanan jauh menggunakan motor listrik, Zulfikar menyebut secara umum perjalanan berjalan lancar. Meski begitu, ia mengakui sempat ada insiden kecil yang dialami beberapa peserta touring.
“Rata-rata teman-teman sih nggak ada kendala. Cuma ada satu yang bannya pecah, ada juga yang kabelnya sampai kebakar kabelnya karena selalu pakai mode speed S,” tuturnya.
Beruntung, masalah tersebut tidak sampai berdampak serius dan bisa ditangani di lokasi bersama anggota komunitas lainnya.
Pengalaman ini menjadi gambaran bahwa motor listrik, dengan persiapan yang tepat, mulai semakin relevan untuk penggunaan intensif dan perjalanan jarak jauh di Indonesia.
