China Bakal Larang Gagang Pintu Mobil Model Rata Bodi

3 Oktober 2025 16:13 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
China Bakal Larang Gagang Pintu Mobil Model Rata Bodi
Gagang pintu model terlipat yang rata bodi mobil bakal dilarang di China, karena ketika kecelakaan ada potensi sulit dibuka karena hambatan kelistrikan. #kumparanOTO
kumparanOTO
Desain gagang pintu model terlipat ke dalam mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Desain gagang pintu model terlipat ke dalam mobil listrik Jetour x20e. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Kementerian Industri dan Teknologi China (MIIT) telah menerbitkan rancangan regulasi nasional tentang keamanan gagang pintumobil. Ini dibuat buat untuk merespons kekhawatiran terkait gagang pintu elektrik model pop-out/hidden/retractable yang kemungkinan sulit dibuka saat terjadi kecelakaan.
Draf aturan tersebut bertajuk 'Technical Requirements for Automobile Door Handle Safety', yang dibuka untuk mengumpulkan masukkan dari publik hingga 22 November 2025.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah setiap pintu mobil (kecuali bagasi), wajib memiliki pegangan eksternal dengan fungsi pelepasan mekanis. Sehingga apabila terjadi kecelakaan dan mengakibatkan malfungsi kelistrikan, pintu bisa tetap dibuka dari luar.
Tampilan mobil Aion V di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kemudian, pegangan eksternal juga harus menyediakan ruang operasi tangan yang cukup, minimal berukuran panjang 60 mm, lebar 20 mm, dan tinggi 25 mm. Setiap pintu wajib mempunyai pegangan internal dengan mekanisme manual, yang mampu membuka pintu tanpa alat, walaupun pintu dilengkapi sistem elektrik.
Jika ada pegangan internal elektrik, produsen juga diwajibkan menyediakan cadangan mekanis. Tak kalah penting, pegangan di dalam kabin harus mudah dikenali, terlihat jelas, berada dalam jarak 300 mm dari tepi pintu, serta ditempatkan di zona yang sesuai dengan posisi duduk penumpang.
Spesifikasi GAC Aion Y Plus. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Rong Hui, Wakil Direktur Institut Penelitian Standardisasi Otomotif China, menyampaikan bahwa regulasi itu dikembangkan melalui riset intensif yang melibatkan lebih dari 20 perusahaan serta 63 model kendaraan.
β€œSeiring perkembangan elektrifikasi otomotif, gagang pintu tersembunyi elektrik telah diadopsi secara luas, dan metode pengoperasian serta jenis struktur produk gagang pintu yang beredar di pasaran semakin beragam. Standar-standar ini bertujuan untuk merespons teknologi dan persyaratan keselamatan baru,” ucap Rong, disitat dari Car News China.
Adapun, regulasi ini berfokus pada tiga hal utama, yaitu mengatur jenis struktur gagang pintu, memastikan metode pelepasan tetap berfungsi saat daya mati, dan menstandarisasi penempatan gagang dengan tanda keselamatan yang jelas.
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkenalkan mobil listrik edisi khusus Hyundai IONIQ 5 Indonesian Batik di GIIAS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan
Sebagai informasi, MIIT sendiri sudah mengkaji lebih dari 230 model mobil dan menguji 20 unit di antaranya terkait konfigurasi gagang pintu mobil. Proses penyusunan regulasi ini juga melibatkan pakar industri lebih dari 100 pabrikan mobil, pemasok suku cadang, sampai lembaga pengujian internasional.
Gagang pintu mobil terlipat ke dalam ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012. Saat itu, fitur ini dianggap canggih dan futuristik yang langsung ditiru oleh banyak pabrikan mobil.
Namun, desain itu sekarang menjadi mimpi buruk bagi kendaraan roda empat karena kerap tidak bisa diandalkan saat terjadi kecelakaan. Gagang pintu pop-out sepenuhnya bergantung pada kerja kelistrikan kendaraan, penumpang bisa terjebak apabila listrik di dalam mobil padam akibat kecelakaan atau kerusakan sistem.
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi memasarkan mobil listrik Hyundai IONIQ 6 di GIIAS 2023 dengan harga Rp 1,197 miliar on the road (OTR) Jakarta. Foto: Sena Pratama/kumparan
Dari sisi keselamatan, listrik yang padam sering menyebabkan gagang pintu tersembunyi tidak berfungsi. Dalam uji kecelakaan oleh Indeks Keselamatan Otomotif Asuransi China (C-IASI), tingkat keberhasilan membuka gagang pintu pop-out hanya 67 persen, lebih rendah 21 persen dibandingkan versi mekanis sebesar 98 persen.
Selain itu, banyak pengemudi di China yang beranggapan gagang pintu tersembunyi tidak nyaman, terutama pada kendaraan yang tidak dikenal. Mereka juga khawatir terhadap kegagalan fungsi pada kondisi cuaca ekstrem seperti ketika musim salju.
***
Laporan: Alvian Yoga Yulianto
Trending Now