Inspirasi Diri Bawa Yusyfi Jadi Pemenang Fazzio Your Identity Challenge
5 Desember 2025 18:45 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Inspirasi Diri Bawa Yusyfi Jadi Pemenang Fazzio Your Identity Challenge
Cerita Yusyfi yang jadikan inspirasi diri berhasil menangkan kompetisi modifikasi Yamaha Fazzio Your Identity Challenge. #kumparanOTOkumparanOTO

Salah satu yang menjawab tantangan itu adalah Muhammad Yusyfi Childani, seorang pekerja lepas di bidang ilustrasi asal Gresik, Jawa Timur. Pria yang menyukai desain sejak usia enam tahun tersebut berhasil terpilih menjadi pemenang kompetisi kali ini.
βSaat tau dari Instagram kalau challange ini hadiahnya dapat motor Yamaha Fazzio langsung tertarik buat ikutan. Apalagi temanya tentang identitas diri,β kata Yusyfi kepada kumparan saat dihubungi.
Tema 'Your Identity' yang diusung dalam kompetisi seolah memancing dirinya untuk unjuk gigi dalam kreativitas. Ia ingin karya dari sentuhan tangannya bisa dilihat banyak orang.
Bagi Yusyfi, skutik Fazzio Hybrid yang menjadi hadiah punya daya tarik tersendiri. Gaya retro dalam motor ramah lingkungan tersebut terasa dekat dengan kepribadiannya.
"Modelnya (Fazzio Hybrid) juga suka. Dari model dan gayanya kan retro gitu, ya, itu seperti mencerminkan aku banget," lanjutnya.
Yusyfi menuturkan, corak desain Yamaha Fazzio miliknya merupakan paduan gaya retro, unik, dan elegan yang mencerminkan karakter motor sekaligus dirinya sendiri. Konsep desain yang dibuatnya pun tak lepas dari hal-hal yang ia sukai.
Hobi melukis, bermusik, hingga berolahraga menjadi sumber inspirasi dalam karyanya. Dominasi kelir biru, orange, dan ungu adalah warna favorit yang kerap menjadi identitas dalam ilustrasinya.
Ia bilang, panel bodi yang luas pada Yamaha Fazzio memudahkannya dalam menciptakan karya. Apalagi tak banyak lekukan bodi yang mempersulit proses serta membuatnya kehabisan ide menggambar.
"Cukup mudah sih, bodi cukup lebar, enggak meliuk-meliuk. Bagian depannya juga dapat space yang cukup buat mendesain. Kalau didesain ulang, menurutku motor itu cocok buat dibikin karya-karya," ucapnya.
Proses membuat karya seni Yamaha Fazzio Your Identity (FYI) Challenge ala Yusyfi
Yusyfi bercerita, dirinya hanya punya waktu dua hari dalam mendesain lantaran baru mengetahui adanya kompetisi. Tak menyerah, lewat pengalaman di bidang desain selama tiga tahun ia berhasil mendaftarkan karya seninya tepat waktu.
"Proses waktunya kurang dari dua hari, baru tahu lombanya H-2 penutupan. Kesulitannya tuh mengatur waktu karena sudah mepet. Mikir juga bakal selesai di hari pengumpulan atau enggak," ujar pria berusia 28 tahun tersebut.
Ia mengaku, sempat ragu untuk mengikuti kompetisi. Rasa penasaran dan tantangan guna membuktikan kemampuan mendorongnya tetap mencoba peruntungan.
Di sebuah sudut kamar, ia menatap layar tablet dan menaruh fokus penuh pada aplikasi desain. Jari-jarinya lincah menari di atas permukaan digital, menciptakan gambar dan warna yang mengantarkannya menjadi pemenang kompetisi.
Seharian penuh ia habiskan untuk mencari inspirasi dan memantapkan konsep yang ingin dibuat. Begitu ide matang, Yusyfi dengan sigap mengeksekusinya pada hari terakhir dari waktu subuh hingga malam hari.
"Untung proses mendesain lancar, meskipun deg-degan takut enggak selesai. Mulai ngerjain pukul 3 pagi sampai 8 malam. Ada jeda beberapa kali untuk makan dan salat," kenangnya sambil tersenyum.
Dari 276 peserta lain, Yusfi menemukan sebuah celah yang membuatnya optimis, yakni banyak peserta yang memakai kecerdasan buatan (AI). Meski penggunaan AI diperbolehkan dalam kompetisi, ia memilih jalannya sendiri dengan berkarya lewat aplikasi desain.
Yusyfi berhasil menjadi pemenang dengan ide paling kreatif. Dari karya berbentuk mock-up, kini diwujudkan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menjadi nyata. Desain itu akan dilihat seluruh pengguna jalan sesuai keinginannya di awal mengikuti perlombaan.
"Motornya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, buat kerja juga," imbuhnya singkat.
Sebanyak ratusan peserta antusias beradu kreativitas dalam mendesain motor Yamaha Fazzio Hybrid dan Muhammad Yusyfi Childan berhasil keluar sebagai jawara setelah memikat hati para juri yang sudah sangat ahli di bidangnya, seperti Arnis Muhammad, seniman mural yang terkenal dengan karyanya, Ikan Lungkee, serta Satria Vijie.
