ITS-PLN Garap Wuling Air ev Hidrogen, Jarak Tempuh Makin Jauh
12 Oktober 2025 11:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
ITS-PLN Garap Wuling Air ev Hidrogen, Jarak Tempuh Makin Jauh
Mahasiswa ITS bersama PLN NP sukses mengembangkan mobil listrik dengan bantuan energi hidrogen. #kumparanOTOkumparanOTO

Kolaborasi tersebut hadir dalam wujud modifikasi mobil listrik Wuling Air EV bernama Hydrogen Electric Nusantara (HE Nusantara). Dari semula mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), dicangkok teknologi fuel cellhidrogen.
Fahri Reza, alumni ITS yang tergabung dalam proyek ini mengatakan teknologi hidrogen yang disematkan berfungsi sebagai range extender atau penambah jarak tempuh. Sehingga masih mempertahankan dapur penggerak asli Wuling Air EV.
βKami pilih BEV karena sudah ada motor listriknya. Jadi tinggal menambahkan sistem hidrogen sebagai range extender,β buka Reza kepada kumparan di gelaran Car Free Day Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Komponen kelistrikan, sistem DC charger, on board charger, motor listrik, hingga baterai masih mengandalkan kepunyaan Wuling Air EV. Reza dan timnya merancang berbagai komponen fuel cell sebagai pembangkit listrik dari proses elektrokimia hidrogen.
βPertama dari tabung hidrogen, kemudian dialirkan ke regulator untuk menyesuaikan tekanan sesuai kebutuhan fuel cell. Untuk fuel cell-nya 1 kW. Terus nanti masuk ke controller untuk menyesuaikan tegangan listrik dari fuel cell ke baterai,β jelas Reza.
Adapun proses pembuatan melibatkan satu tim yang terdiri dari 8 orang, termasuk Reza. Pertama, melakukan desain prototipe untuk mengetahui kemampuan charging dari sistem fuel cell ke baterai mobil.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan dudukan seluruh komponen yang dibutuhkan, sekaligus menyesuaikan posisi di dalam mobil. Terakhir, merancang desain eksterior untuk mengubah tampilan.
Bagian interior turut mendapat ubahan, utamanya pada bagian layar monitor untuk memantau kinerja sistem fuell cell.
βAda layar kayak mini PC untuk mengontrol si controller, termasuk katup-katup, sensor, dan lain sebagainya. Jadi lebih buat safety,β ujarnya.
Alumni Teknik Fisika ITS ini mengungkap, modifikasi ini merupakan langkah lanjutan dalam pengembangan teknologi fuel cell untuk mobil penumpang. Setelah berhasil di kendaraan prototipe kejuaraan Shell Eco Marathon.
βMemang kami ingin mengimplementasikan fuel cell ke dalam mobil passenger. Karena kalau di departemen kami itu fuel cell saat itu cuma ada di mobil prototype buat lomba. Kebetulan ada PLN juga yang ingin melakukan riset mobil ini, jadilah kolaborasi,β ungkapnya.
Menurutnya, sistem hidrogen fuel cell unggul dalam proses pengisian energi yang lebih cepat dibandingkan mobil listrik murni. Namun, saat ini teknologinya masih cenderung mahal.
Bicara spesifikasi, Wuling Air EV Standard Range yang dimodifikasi ini mengadopsi motor listrik berkekuatan 30 kW (40 dk) dan torsi 110 Nm. Sementara, baterainya memiliki kapasitas 17,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer.
Adanya sistem fuell cell hidrogen yang digunakan ini sukses meningkatkan jarak tempuhnya menjadi 270 kilometer.
