Keyless Motor Bisa Error Karena Gangguan Sinyal, Begini Penjelasannya
19 November 2025 9:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
Keyless Motor Bisa Error Karena Gangguan Sinyal, Begini Penjelasannya
Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi kinerja keyless, apa saja sumber penyebabnya? #kumparanOTOkumparanOTO

Pengamat otomotif sekaligus Pakar Desain Produk Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan, fenomena itu lebih tepat disebut sebagai interferensi atau gangguan sinyal radio, bukan aksi pengambilalihan sistem kendaraan secara instan melalui perangkat tertentu.
“Situasi yang terjadi lebih tepat disebut sebagai radiasi elektromagnetik atau lebih tepatnya gangguan sinyal radionya,” ujar Yannes kepada kumparan, Senin (17/11/2025).
Sistem keyless, Yannes bilang pada mobil maupun motor modern bekerja menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi antara remote kunci dengan ECU dan sistem immobilizer. Di Indonesia, standar frekuensi yang digunakan adalah 433,92 MHz, dan angka itu merupakan kesepakatan internasional.
Sinyal yang dipancarkan remote keyless tidak hanya sekadar gelombang pembuka pintu. Remote dan immobilizer melakukan proses ‘percakapan singkat’ berisi kode keamanan. Immobilizer mengirimkan kode, lalu kunci menjawab dengan algoritma kriptografi yang sudah dipasangkan (paired). Bila jawabannya benar, ECU mengizinkan mesin menyala.
“Tanpa proses pairing yang sah, perangkat lain yang memancar pada frekuensi 433,92 MHz hanyalah noise. Ia tidak punya kredensial untuk melewati otentifikasi sistem,” tegasnya.
Selain itu, produsen otomotif menerapkan fitur rolling code yang terus berubah setiap kali tombol ditekan. Teknologi ini dirancang untuk mencegah replay attack, yaitu modus kejahatan yang merekam sinyal dari kunci untuk diputar ulang saat pelaku ingin mencuri kendaraan. Ketika ECU menerima kode yang sudah pernah digunakan sebelumnya, sistem otomatis menolak sinyal tersebut.
Yannes mengibaratkan tiap pabrikan memakai bahasa digital yang berbeda. Paket instruksi keyless dari Honda misalnya, hanya dapat dipahami oleh ECU yang sesuai. Merek lain pun menggunakan protokol dan struktur data mereka sendiri, sehingga keyless tidak bisa saling membuka antar-merek meskipun frekuensinya sama.
Interferensi sinyal bisa terjadi ketika sinyal lemah dari remote keyless bertabrakan dengan pancaran elektromagnetik yang lebih besar.
“Sinyal yang relatif lemah dari kunci keyless, pada saat dan lokasi tertentu, dibanjiri (swamped) atau dikacaukan (corrupted) oleh sinyal gangguan yang jauh lebih kuat ya Sumber interferensi ini bisa berasal dari peralatan listrik berdaya tinggi seperti trafo, panel listrik, atau motor listrik. Selain itu, pemancar radio lain yang tidak sengaja memancarkan noisebroadband juga bisa jadi kendala,” ungkapnya.
“Sistem keyless dirancang dengan prinsip fail-secure. Jika komunikasi terganggu, sistem otomatis masuk mode penguncian agar tidak terjadi akses tidak sah,” tambahnya.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan bisa tetap terkunci atau mesin tidak bisa menyala meskipun pemilik membawa kunci asli. Beberapa cara sederhana yang dapat dicoba pengguna adalah menjauh dari sumber interferensi, memindahkan kendaraan sedikit, atau memposisikan remote lebih dekat ke area antena penerima.
