Konsumen BinguoEV Geram Harga Baru Turun Drastis, Wuling Beri Penjelasan

7 Agustus 2025 13:00 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konsumen BinguoEV Geram Harga Baru Turun Drastis, Wuling Beri Penjelasan
Konsumen BinguoEV melempar tuntutan kepada Wuling terkait penurunan harga yang dilakukan. #kumparanOTO
kumparanOTO
Mobil Wuling New Binguo EV ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Wuling New Binguo EV ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Konsumen Wuling BinguoEV menunjukkan kekecewaannya kepada Wuling yang telah menurunkan harga baru produk tersebut pada medio 2025 ini. Penurunannya terbilang drastis, sehingga menjadi hal wajar bila mereka merasa dirugikan.
Salah satunya Zyovanni Satya Negara, bersama konsumen lain dengan nasib yang sama coba menyuarakan hak mereka agar diperlakukan adil oleh perusahaan.
Sebelumnya Zyovanny memboyong Wuling BinguoEV pada Februari 2025 lalu secara kredit dengan harga OTR Rp 419 juta, dan disertai diskon Rp 90 juta.
"Jadi kalau cash dapat harga Rp 330 juta. Cuma saya beli kredit,” ungkap Zyovanni saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.
Kemudian, ia mendengar kabar bahwa Wuling BinguoEV kini memiliki harga OTR jauh di bawah saat ia membelinya. Tepatnya di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, BinguoEV dipasarkan seharga Rp 230 juta.
β€œTiba-tiba di GIIAS dijual dengan harga Rp 230 juta. Produk yang sama, fitur yang sama,” tulis Zyovanni melalui pesan singkat.
Produksi mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling BinguoEV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors
Zyovanni merasa dirugikan, lantaran ia masih memiliki nilai utang ke leasing sebesar Rp 430 juta, tetapi dengan nilai fidusia berupa mobil itu sendiri di angka Rp 185 juta. "Merugikan saya sebagai konsumen,” imbuhnya.

Pertemuan dengan Wuling

Ia bersama komunitas Wuling Binguo Club Indonesia (WBCI) dan Binguo Owners Talks (BOT) telah bertemu Wuling Indonesia pada Selasa (5/8/2025) lalu.
Pertemuan tersebut menitikberatkan soal kompensasi dari Wuling Motors Indonesia kepada pembeli BinguoEV di harga sebelumnya.
Ada empat poin kompensasi yang diinginkan, yakni:
”Bukan penyesuaian harga. Kami minta misal seperti kompensasi voucher untuk pembelian produk Wuling berikutnya, atau memberikan free charging GBT selama 3 tahun dan tambahan free service 5 tahun misalnya,” jelasnya.
Tampak colokan CCS-2 pada Wuling BinguoEV yang dirakit dan dipasarkan di Thailand. Foto: Amarin TV Thailand
Menyoal port GBT, Zyovanni dan konsumen terdampak lainnya menginginkan realisasi 100 titik GBT charging seperti yang sebelumnya dijanjikan untuk kemudahan isi daya. Pasalnya jenis colokan yang diadopsi Wuling justru menerapkan CCS2.
Berkaitan dengan hal yang disampaikan konsumen dalam pertemuan tersebut, Wuling belum buka suara terkait solusi konkret yang akan diberikan. Berdasarkan penuturan Zyovanni, pihak Wuling memerlukan waktu satu minggu untuk memutuskan.
Mobil Cloud EV dan Binguo EV di booth Wuling pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
”Saya tuh puas dengan produk Wuling. Masalahnya, penurunan harga ekstrem ini yang membuat kesal,” ungkapnya.
Minandaklanjuti hal ini, Zyovanny lantas membuat petisi bertajuk β€˜Kami Dirugikan! Harga Wuling Binguo EV Turun 180 Juta dalam Tujuh Bulan’ di internet. Per Rabu (6/8/2025), sebanyak lebih dari 680 orang telah menandatangani petisi tersebut secara daring.

Penjelasan Wuling

Mobil Wuling New Cloud EV ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Brand Communications Senior Manager Wuling Motors Indonesia, Brian Gomgom menyampaikan klarifikasi terkait sejumlah hal yang diajukan konsumen terkait purna jual produk Wuling.
Aspek harga jual yang turun drastis mulanya diawali dari insentif PPN sebesar Rp 36 juta pada Januari 2024 lalu. Sehingga, harganya terkoreksi dari semulanya seharga Rp 408 juta untuk BinguoEV Premium Range.
”Saat peluncuran pertama di Desember 2023 dipasarkan 408 juta di Jakarta tanpa adanya insentif untuk BinguoEV 410 KM. Kemudian, ada insentif PPN yang diumumkan pada bulan Januari 2024 sebesar 36 jutaan,” ungkap Gomgom.
Kemudian, pada Juni 2025 merupakan jumlah antara insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan diskon dari diler, sehingga angka penurunan harga terkesan tinggi.
Produksi mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) new Wuling BinguoEV 2025 di pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok. Wuling Motors
Lebih lanjut, Wuling turut menghadirkan value benefit senilai Rp 72 juta bagi konsumen Wuling BinguoEV. Meliputi, extensive free maintenance, free insurance, lifetime core EV component warranty, free charging DC GB/T hingga September 2025, hingga free DC chargingadapter dari GBT ke CCS2.
”Ada program khusus Rp 72 juta value benefit untuk konsumen BinguoEV dan itu bukan penurunan harga,” sambungnya.
Adapun terkait promo khusus di GIIAS 2025 lalu merupakan diskon tambahan dari masing-masing diler. Sementara, pihak Wuling Motors tidak melakukan penyesuaian harga khusus pameran tersebut.
”Lalu untuk poin promo khusus di GIIAS, seperti yang sudah pernah kami sampaikan, kami tidak melakukan penyesuaian harga akan tetapi hal ini merupakan special deal tambahan dari diler dan dilakukan sebagai strategi dari masing-masing diler untuk me-manage stock,” pungkasnya.

Update per 6 Agustus 2025

Kemarin Zyovanni memberikan update terbaru dari hasil pertemuan mereka dengan manajemen SGWM Motors Indonesia. Perusahaan menyampaikan bahwa keputusan kompensasi harus dikoordinasikan dengan prinsipal di China, sehingga belum bisa ditetapkan saat ini.
Pihak SGMW disebut juga meminta masukkan dari komunitas terkait kemungkinan kompensasi sementara, seperti perpanjangan fasilitas free charging di jaringan GBT. Namun masih berupa penjajakan awal dan belum menjadi keputusan resmi.
"Kami menyambut baik adanya ruang dialog, namun tetap menegaskan bahwa kompensasi yang diberikan nantinya harus mencerminkan kerugian nyata, baik finansial maupun moral yang dialami oleh konsumen awal," terang Zyovanni.
Trending Now