kumparan Eco Journey: Single Tank Mitsubishi Destinator, Bensin Habis di Mana?
26 November 2025 18:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
kumparan Eco Journey: Single Tank Mitsubishi Destinator, Bensin Habis di Mana?
kumparan Eco Journey episode menguji Mistubishi Destinator pakai metode single tank, segini kemampuan daya tempuhnya. #kumparanOTOkumparanOTO

Perjalanan kali ini dimulai dari kantor kumparan di Pasar Minggu, Jakarta, dengan satu misi: menguji sejauh apa Mitsubishi Destinator dapat melaju hanya dengan satu tangki bensin penuh berkapasitas 45 liter.
Tujuannya adalah Yogyakarta dengan melewati Tol Trans Jawa dan akan mengeksplorasi sejumlah tempat. Sebagai family SUV kekinian, Mitsubishi Destinator hadir dengan paket keselamatan aktif: Diamond Sense.
Teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance System) ini bekerja seperti βindra keenamβ bagi pengemudi. Ia mengandalkan sensor, radar, dan kamera untuk mendeteksi kendaraan di sekitar, membantu menjaga jarak aman, serta memberikan peringatan dini bila ada potensi tabrakan.
Beberapa fiturnya, seperti Adaptive Cruise Control, Lane Departure Warning, dan Front Collision Mitigation, membuat perjalanan jarak jauh menjadi jauh lebih rileks.
Bukan cuma itu, dukungan 5 Mode Berkendara juga menjadi nilai lebih. Kami merasakan betul bagaimana Tarmac Mode membuat pengendalian mobil lebih asyik saat kondisi aspal kering. Pun saat melewati hujan deras di ruas Semarang, mengemudi lebih nyaman dan pede dengan mengubah mode berkendara ke Wet Mode.
Mode berkendara Mitsubishi Destinator bukan cuma mengatur performa mesin dan respons throttle, tapi juga menyesuaikan kerja kontrol traksi, ABS, Stability Control, hingga Active Yaw Control (AYC).
Ketika mode Wet, Gravel, dan Mud, sistem lebih sigap mencegah roda selip dengan membatasi daya mesin. Sementara di Tarmac Mode, respons mesin dan kemudi dibuat lebih tajam agar mobil tetap stabil dan presisi saat melaju cepat di jalan beraspal.
Mitsubishi Destinator menggendong mesin 1.5L MIVEC Turbo berkode 4B40, 4-silinder DOHC dengan sistem direct dan multipoint injection. Di atas kertas, mesinnya mampu menghasilkan 163 PS pada 5.000 rpm dan torsi puncak 250 Nm di 2.500β4.000 rpm, yang dikawinkan dengan transmisi CVT.
Kombinasi jantung mekanis menawarkan performa responsif sejak putaran bawah yang memberikan kemampuan ideal untuk perjalanan jauh atau penggunaan harian di perkotaan.
Berdasarkan perjalanan kami, konsumsi BBM dari Mitsubishi Destinator juga terbilang irit. Berdasarkan pengukuran MID, konsumsi bahan bakar di rute perkotaan mencapai 13,5 km/l, sedangkan di jalur tol Pasar Minggu β KM 130 mencatat 16,6 km/l.
Selain performa, efisiensi mesin turbo ini juga ditunjang oleh penggunaan siklus Atkinson dan intercooler pendingin air, yang menjaga suhu kerja optimal sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar.
Setelah menempuh ratusan kilometer dari Jakarta dan menjelajahi pusat kota Yogyakarta, bar indikator bensin habis di daerah Kaliurang. Kala itu kami sedang berhenti di medan jalan yang agak menanjak untuk bertanya ke warga lokal.
Di saat dua tim kami turun untuk memasangkan perangkat video di kap mobil, mesin tiba-tiba mati. Momen itu menandai akhir perjalanan 'singe tank' kami setelah menempuh 604,5 km dengan satu tangki penuh (45 liter), rata-rata konsumsi berada di 13,4 km/l.
Sebuah capaian yang impresif mengingat gaya berkendara kami normal sepanjang 604,5 kilometer. Tentunya dengan kecepatan normal dan tidak mengejar irit-iritan. Kemudian AC pun diatur untuk memaksimalkan kenyamanan pengendara dan penumpang.
Sementara itu, perjalanan kumparan Eco Journey: Single Tank Mitsubishi Destinator membuktikan bahwa efisiensi tidak harus mengorbankan performa maupun kenyamanan.
