Lebih dari Klub Mobil, Kisah Persaudaraan di Balik Lahirnya Suzuki Club

19 Oktober 2025 16:05 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebih dari Klub Mobil, Kisah Persaudaraan di Balik Lahirnya Suzuki Club
Berbagai klub Suzuki lahir dari pertemuan para pemilik mobil yang memiliki hobi dan visi serupa. #kumparanOTO
kumparanOTO
Pembukaan Jambore Suzuki Club 2025 di TMII. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan Jambore Suzuki Club 2025 di TMII. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Komunitas pengguna mobil Suzuki di Indonesia punya sejarah panjang yang berawal dari semangat kebersamaan. Sejak awal 2000-an, berbagai klub Suzuki lahir dari pertemuan para pemilik mobil yang memiliki hobi dan visi serupa.
Dari interaksi sederhana, tumbuh rasa kekeluargaan yang menjadi substansi di setiap eksistensi komunitas.
Seiring waktu, Sekretaris Panitia Jambore Suzuki Club 2025, Imam Rachmadi bercerita pertemuan antar-klub kian intens, terutama dalam kegiatan sosial dan kebencanaan.
Tak jarang mereka bertemu di lapangan saat membantu penanganan bencana alam atau menyalurkan donasi ke masyarakat terdampak. Dari sinilah muncul ide untuk membentuk wadah bersama yang lebih terstruktur dan berdampak luas.
β€œBenang merah dari berkumpulnya kami adalah rasa kekeluargaan. Dari situ kami sadar, perlu ada satu wadah yang mengakomodasi semangat sosial antar klub Suzuki,” ujar Imam di acara Jambore Suzuki Club di TMII, Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Jambore Club Suzuki 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Momentum itu hadir pada tahun 2019 ketika komunitas Suzuki bertemu dengan pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Lewat dukungan perusahaan, lahirlah Suzuki Club Reaksi Cepat (SCRC), wadah resmi yang berfokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan. Tahun yang sama juga menandai Jambore Suzuki Club pertama, dengan tema We Grow Together.
SCRC kemudian berkembang menjadi motor utama berbagai aksi sosial Suzuki Club. Mereka memiliki dua bidang kegiatan, yakni kebencanaan dan non-kebencanaan.
Untuk bidang kebencanaan, komunitas ini aktif melakukan pelatihan, simulasi kecelakaan, dan menyediakan armada khusus seperti ambulans serta kendaraan box logistik.
Jambore Club Suzuki 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Sementara untuk kegiatan non-bencana, SCRC mendorong berbagai inisiatif positif yang menyentuh langsung masyarakat sekitar. Aksi ini mencakup edukasi keselamatan berkendara hingga bantuan sosial rutin bagi lingkungan anggota klub.
β€œKami tidak punya ambisi menguasai semua kegiatan sosial. Cukup di lingkungan keluarga Suzuki Club saja, tapi dijalankan dengan sungguh-sungguh,” lanjutnya.
Di tahun yang sama, Suzuki Carry Club Indonesia resmi bergabung menjadi anggota ke-14 dalam SCRC. Menariknya, meski Carry merupakan model legendaris Suzuki, klubnya justru bergabung di penghujung 2019.
Dengan lebih dari 17 ribu anggota, komunitas ini bahkan dikenal paling aktif melakukan kegiatan sosial dan kopdar di berbagai daerah.
Suasana di acara Jambore Suzuki Club 2025 di TMII. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Namun tak lama setelah itu, pandemi COVID-19 melanda dan membuat seluruh aktivitas komunitas terhenti. Meski begitu, Suzuki Club tak benar-benar diam.
Mereka justru bergerak membantu masyarakat dengan aksi disinfektan massal, pembagian alat pelindung diri (APD), serta menyalurkan bantuan melalui jaringan anggota di seluruh Indonesia.
β€œSaat banyak orang berhenti, kami justru bergerak. Semua data dan bantuan kami kelola dari jaringan internal klub, sehingga lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selepas masa pandemi, semangat berkumpul itu kembali bangkit. Tahun 2022 jadi momentum kebersamaan lewat Jambore Suzuki Club Urban Picnic, yakni konsep berkemah di tengah kota.
Suasana di acara Jambore Suzuki Club 2025 di TMII. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Kegiatan unik ini mengusung ide camping bareng tanpa harus jauh dari ibu kota, dan menjadi jambore pertama yang diadakan di kawasan perkotaan.
Konsep urban picnic tersebut sukses besar. Area seluas satu hektare diisi dengan tenda dari 14 klub Suzuki, dikunjungi langsung oleh Presiden Direktur PT SIS dan para awak media. Suasana kekeluargaan terasa hangat, menghadirkan pengalaman baru dalam sejarah jambore otomotif di Indonesia.
β€œWaktu itu kami yakin, jambore tidak harus di gunung atau pantai. Ternyata berkemah di kota pun bisa jadi pengalaman yang menyenangkan,” kenangnya.
Kini, perjalanan panjang itu berlanjut di tahun 2025 melalui gelaran Jambore Suzuki Club Lovely Day. Tema ini menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan seluruh anggota komunitas setelah melewati berbagai fase bersama Suzuki.
Pembukaan Jambore Suzuki Club 2025 di TMII. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Tak hanya sebagai forum silaturahmi, acara ke-3 ini juga menjadi penanda bergabungnya klub pengguna Suzuki XL7 ke dalam keluarga besar Suzuki Club Indonesia. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa semangat tumbuh bersama masih terus hidup di setiap generasi pengguna mobil Suzuki.
β€œLovely Day ini bukan sekadar tema. Ini adalah perayaan atas perjalanan panjang dan kebersamaan kami sebagai satu keluarga besar Suzuki Club,” tutupnya.
Trending Now