Mengenal Adaptive Cruise Control, Evolusi Fitur Kendali Laju Mobil
23 Oktober 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Mengenal Adaptive Cruise Control, Evolusi Fitur Kendali Laju Mobil
Memahami kerja adaptive cruise control, kendali laju mobil yang bisa menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan di depan. #kumparanOTOkumparanOTO

Fitur cruise control sekarang makin banyak disematkan pada mobil buatan terbaru. Teknologi ini memungkinkan mobil melaju dengan kecepatan konstan tanpa harus terus menginjak pedal gas sehingga berkendara menjadi lebih praktis.
Menurut Drive, cruise control merupakan sistem elektronik yang menjaga mobil pada kecepatan yang ditentukan pengemudi. Umumnya tombol pengaturan fitur ini disematkan pada bagian setir.
Cara kerjanya sederhana, terdapat tombol pengaturan, serta toogle '+' dan '-' untuk mengubah kecepatan. Ada pula tombol batal atau tombol lanjutkan. Sakelar serta tombol tersebut akan bervariasi pada setiap jenama dan model mobilnya.
Teknologi ini membantu dalam perjalanan jauh sebab mampu mengurangi kelelahan pengemudi, menjaga kecepatan tetap stabil, serta membantu efisiensi bahan bakar ketika lalu lintas lancar dan medan jalan terus mendatar.
Perlu diketahui, cruise control belum bisa menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan di depan. Hal ini membuat pengemudi harus tetap siaga untuk mengerem atau menonaktifkan fitur saat ada perubahan situasi di jalanan.
Adaptive Cruise Control
Seiring perkembangan teknologi, kini hadir versi yang lebih cerdas bernama Adaptive Cruise Control (ACC) atau kendali kecepatan adaptif. Berbeda dari cruise control biasa, sistem ACC dilengkapi sensor, radar, dan kamera yang berfungsi mendeteksi kendaraan di depan.
Sensor pada ACC memungkinkan mobil mendeteksi objek di depan, sehingga dapat menyesuaikan kecepatan secara otomatis untuk menjaga jarak aman. Saat mobil di depan melambat, sistem akan mengurangi kecepatan. Sebaliknya, ketika jalanan kembali lancar, mobil otomatis kembali pada kecepatan semula.
Terbaru, ACC lebih advanced lagi karena bisa mampu stop and go mandiri, hingga terintegrasi dengan fungsi lane keeping assist, membuatnya bisa menjaga laju sesuai marka dan hampir semi otomatis.
Meskipun lebih canggih, fitur ini masih punya kelemahan karena belum sepenuhnya bersifat otonom sehingga masih butuh perhatian pengemudi. Bila menghadapi cuaca ekstrem atau faktor lingkungan lainnya berpotensi menyebabkan sensor sistem tidak akurat.
Karena bisa saja sensor tertutup kotoran, hujan deras, kabut tebal, tikungan tajam, hingga objek lain yang tidak terbaca oleh sistem. Maka dari itu ketika menggunakannya, pengemudi harus tetap awas menggenggam kendali dan posisi kaki pada pedal.
Adapun, fitur ACC memiliki berbagai macam jenis, mulai dari berbasis radar, laser, visi komputer binokular (optik), sistem bantuan, multi-sensor, sampai prediksi.
Sebagai informasi, jenama-jenama besar di industri otomotif, seperti Ford, BMW, Mercedes-Benz, Cadillac, Volkswagen, Infinity, Hyundai, Toyota, serta Audi, sudah menciptakan ACC versi mereka sendiri sejak awal 2000-an.
