Menjajal Performa Toyota GR Yaris dan GR86 di Sirkuit Mandalika
4 Desember 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Menjajal Performa Toyota GR Yaris dan GR86 di Sirkuit Mandalika
Awak kumparanOTO mencoba “pure adrenaline” dari lini Toyota GR Pure langsung di aspal Sirkuit Mandalika, pada Rabu (2/12/2025).kumparanOTO

Setelah sebelumnya merasakan performa mobil elektrifikasi Toyota di jalanan berbukit Lombok, kini awak kumparanOTO mencoba “pure adrenaline” dari lini GR Pure langsung di aspal Sirkuit Mandalika, pada Rabu (2/12/2025). Dari lima model yang disiapkan, kami mendapat kesempatan untuk mengendarai GR Yaris dan GR86.
Di trek sepanjang 4,31 km dengan 17 tikungan ini, kami benar-benar bisa mengeksplorasi GR86 dengan mesin boxer 2.387 cc bertenaga 235 PS dan torsi 250 Nm.
Mobil ini memberikan respons gas yang cepat dan aliran tenaga yang halus menuju putaran atas. Format rear-wheel drive serta Torsen LSD membuat GR86 terasa lincah dan presisi saat masuk dan keluar tikungan.
GR Yaris menjadi pusat perhatian berkat tenaga buas dari mesin 1.600 cc 3-silinder turbo G16E-GTS yang menghasilkan 300 daya kuda dan 400 Nm, salah satu mesin kecil paling bertenaga di dunia.
Sistem penggerak GR-FOUR (4WD) dan transmisi GAZOO Racing Direct Automatic 8-speed memberikan traksi kuat di tikungan dan akselerasi eksplosif di trek lurus. GR Yaris melesat keluar belokan tanpa body roll berlebih, menunjukkan karakter hot hatch yang siap balap, khas warisan WRC.
Performanya membuat awak kumparanOTO merasakan kejutan sekaligus keasyikan tersendiri.
Setiap anggota tim diberi jatah dua putaran mengelilingi sirkuit, namun performa GR Yaris dan GR86 membuat waktu tersebut terasa begitu singkat. Keduanya merespons perintah pengemudi dengan akurat, sesuai dengan filosofi driver-first milik GAZOO Racing.
Akselerasi kuat, perpindahan gigi yang cepat, rem yang presisi, dan stabilitas saat menikung membuat kedua model GR Pure ini tampil optimal mengikuti karakter Mandalika, termasuk tikungan cepat, kombinasi kanan-kiri teknikal, hingga trek lurus 507 meter untuk mencapai top speed.
Selama sesi berkendara, awak kumparanOTO juga dipandu langsung oleh pebalap TGRI (Toyota Gazoo Racing Indonesia) yang memberi arahan mengenai racing line yang tepat, titik pengereman, hingga momen terbaik untuk kembali membuka gas.
Dengan panduan dari pebalap TGRI itu, kami bisa menggeber dua mobil tersebut secara maksimal, merasakan performa aslinya sesuai karakter Mandalika yang teknikal dan menuntut presisi.
