Menko Airlangga Sebut Pabrik BYD Subang Sudah 90 Persen Rampung
7 Desember 2025 7:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Menko Airlangga Sebut Pabrik BYD Subang Sudah 90 Persen Rampung
Menko Airlangga sebut progres pembangunan pabrik BYD di Subang capai 90 persen. #kumparanOTO #dailyupdatekumparanOTO

Hal tersebut disampaikannya saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada awal pekan ini. Salah satu topik yang disinggung adalah beberapa perusahaan otomotif yang telah melakukan rencana investasi di Tanah Air.
βBeberapa pabrik sudah dikomitmen untuk dibangun. BYD sudah 90 persen, investasinya Rp 11,2 triliun, dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun,β ujar Airlangga di Jakarta.
Selain BYD, beberapa pabrikan asal China lainnya telah menggelontorkan dana investasinya. Misalnya, Chery Group yang menambahkan investasi Rp 5,2 triliun untuk beberapa brand di bawah naungan perusahaan.
"Wuling investasi Rp 9,3 triliun untuk pabrik otomotif dan untuk pabrik baterai Rp 7,5 triliun. Kemudian VinFast dari Vietnam sudah investasi Rp 3,7 triliun dengan kapasitas 50 ribu unit per tahun, Hyundai ada investasi tambahan Rp 20 triliun," imbuh Airlangga.
Airlangga membeberkan tumbuhnya penyerapan kendaraan listrik murni berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sepanjang tahun 2025. Pemerintah disebutnya telah memberikan insentif dua tahun terakhir untuk merangsang pasar otomotif nasional.
"Pemerintah mendorong dengan kebijakan motor dan mobil. Mobil listrik dari bulan Januari sampai September itu naiknya 18,27 persen, pemerintah menyalurkan insentif untuk sektor otomotif sebesar Rp 7 triliun dalam 2 tahun," terangnya.
Pabrik BYD Subang diproyeksi berjalan mulai kuartal I 2026
Sebelumnya, BYD Indonesia memastikan pembangunan pabrik mereka di Indonesia berjalan sesuai rencana. Lokasinya berada di Subang Smartpolitan, Jawa Barat dan ditargetkan rampung maksimal pada akhir tahun ini, serta mulai beroperasi pada 2026.
Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan menegaskan bahwa komitmen pembangunan pabrik merupakan bagian dari keseriusan investasi BYD di dalam negeri, sekaligus mempercepat utilisasi investasi yang telah digelontorkan.
βSeperti komitmen kami kepada pemerintah, kami harus menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi kami maksimal di tahun ini. Dan harus bisa beroperasi di tahun depan,β ujar Luther ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Luther menjelaskan, proses menuju operasional pabrik saat ini memasuki tahap penting yang berkaitan dengan sertifikasi dan prosedur lintas kementerian.
βNamun memang ada proses-proses itu lebih ke sertifikasi, kepastian QC, hal-hal yang related dengan sistem di Indonesia. Artinya memang itu adalah sesuatu yang di luar kontrol kami,β tambahnya.
Meski demikian, ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai jalur. BYD optimistis fasilitas tersebut bisa langsung dimanfaatkan pada kuartal pertama 2026, ketika seluruh persyaratan formal sudah diselesaikan.
βTapi saat ini semuanya on track, kami akan umumkan langsung segera setelah semuanya komplit. Tapi kami sangat confidence di kuartal 1 kita bisa langsung memanfaatkan fasilitas itu,β tegasnya.
Dengan arah penjualan yang terus meningkat saat ini berada di kisaran 10 ribu unit per bulan, BYD menilai kapasitas produksi pabrik sebesar 150 ribu unit per tahun sudah memadai untuk menopang pasar.
