Merek Jepang Ini Kembangkan Knalpot Penyerap Emisi Karbon dari Gas Buang Mobil

22 November 2025 12:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Merek Jepang Ini Kembangkan Knalpot Penyerap Emisi Karbon dari Gas Buang Mobil
Merek asal Jepang, Mazda, kembangkan teknologi knalpot yang bisa serap emisi karbon dari gas buang mobil. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Mazda kembangkan teknologi Mazda Mobile Carbon Capture untuk solusi mobilitas keberlanjutan dan capai target netral karbon. Foto: Mazda
zoom-in-whitePerbesar
Mazda kembangkan teknologi Mazda Mobile Carbon Capture untuk solusi mobilitas keberlanjutan dan capai target netral karbon. Foto: Mazda
Kalau membahas target netral karbon, merek Jepang selalu punya cara tersendiri. Tak melulu soal pengembangan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) sebagai solusi tunggal, contohnya apa yang coba ditawarkan oleh Mazda.
Jenama yang bermarkas di Hiroshima itu memperkenalkan prototipe teknologi jalur gas buang yang dapat menyerap emisi karbon hasil pembakaran mesin konvensional. Pabrikan memberi nama alat itu Mazda Mobile Carbon Capture.
Lewat keterangan resminya, Advanced Environmental Technology Research Field, Kazuo Ichikawa menjelaskan peranti yang masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut itu akan bekerja maksimal dengan bahan bakar terbarukan.
"Terkait teknologi penangkapan COโ‚‚, kami menerapkan teknologi adsorpsi COโ‚‚ untuk menangkap COโ‚‚ dari gas buang. Tantangan masih ada, tetapi kami telah mengembangkan teknologi tingkat demonstrasi, " ujar Ichikawa.
Mazda kembangkan teknologi Mazda Mobile Carbon Capture untuk solusi mobilitas keberlanjutan dan capai target netral karbon. Foto: Mazda
Lebih lanjut, Ichikawa menambahkan bahwa teknologi tersebut saat ini lebih dekat dengan tahap verifikasi uji skala penuh, sehingga peluang implementasinya terbuka lebar. Bahkan, alat tersebut disebutnya menyimpan potensi lebih dari yang dibayangkan.
Cita-cita Mazda yang tidak hanya ingin menciptakan kendaraan konvensional rendah emisi, tetapi bahkan melampauinya hingga mengubahnya menjadi negatif karbon. Alias teknologinya mampu menyerap karbondioksida lebih banyak dari yang dihasilkannya.
Chief Technology Officer (Senior Managing Executive Officer and CTO) Mazda, Ryuichi Umeshita menambahkan hal tersebut dapat tercapai dengan bahan bakar terbarukan yang turut menjadi bagian dari pengembangan Mazda.
"Pertama, dengan menciptakan bahan bakar dari mikroalga yang telah menyerap CO2, kami mengurangi emisi CO2 sekitar 90 persen. Lalu penggunaan teknologi penangkap CO2 kami dapat memulihkan 20 persen CO2 dalam gas buang," jelasnya.
Calon generasi ketiga Mazda CX-5 bocor ke ranah publik. Foto: Dok. Carscoops
Dijelaskan bahwa bahan bakar netral karbon tersebut menggunakan alga Nannochloropsis, yang berdiameter 2-5 mikron. Nannochloropsis memiliki efisiensi produksi lipid yang sangat tinggi dibandingkan mikroalga lainnya.
"Sehingga totalnya (residu gas buang yang dihasilkan) menjadi 110 persen. Dengan kata lain, kombinasi ini mencapai 10 persen karbon negatif dari COโ‚‚ di atmosfer. Residunya dapat menjadi bahan baku makanan dan suplemen, atau pakan ternak," tambah Umeshita.
Sederhananya, selain mencapai netral atau nol karbon, kendaraan Mazda yang menggunakan teknologi penangkap CO2 itu turut membersihkan jejak karbon yang beredar di atmosfer hingga mencapai 10 persen.
Namun pengembangan teknologi itu bukan tanpa rintangan. Mazda tak menampik ada sejumlah tantangan yang masih dihadapi, salah satunya adalah mengenai dimensi alat tersebut agar tidak mengganggu efisiensi penggunaan bahan bakar itu sendiri.
Trending Now