Mobil Listrik Honda e:N1 Dijual Rp 500 Jutaan di Malaysia

19 Mei 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil Listrik Honda e:N1 Dijual Rp 500 Jutaan di Malaysia
Indonesia terapkan skema sewa Rp 22 juta per bulan untuk mobil listrik Honda e:N1, di Malaysia cukup beli Rp 500 jutaan. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Tampilan mobil Honda e:N1 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan mobil Honda e:N1 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Masyarakat Malaysia bisa membeli mobil listrikHonda e:N1 dengan mahar Rp 500 jutaan, ini mengikuti jejak Thailand yang telah melakukan langkah serupa awal April lalu. Berbeda di Indonesia yang menggunakan skema sewa per bulan.
Disitat Paultan, Battery Electric Vehicle (BEV) yang tampil perdana di Kuala Lumpur International Mobility Show (KLIMS) akhir tahun lalu itu dibanderol 149 ribu ringgit alias sekitar Rp 570 jutaan. Tetapi, biaya tersebut belum termasuk asuransi.
Sementara pabrikan memberi garansi untuk komponen baterai dan sistem motor listrik penggerak selama delapan tahun atau 160 ribu kilometer. Honda Malaysia juga menyatakan, e:N1 buatan Dongfeng Honda Automobile China itu dijual sangat terbatas.
Situasi serupa juga terjadi di Thailand yang sejatinya tak langsung menjajakan e:N1 dengan harga retail. Sama seperti di Indonesia, tahun lalu konsumen di Negeri Gajah Putih tersebut ditawarkan opsi menyewa 29 ribu Baht atau sekitar Rp 12,5 jutaan per bulan.
PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi memperkenalkan mobil listrik Honda e:N1 di Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan
Namun entah gerangan apa, pabrikan Jepang itu tahun ini memutuskan bahwa Honda e:N1 dijual secara retail dengan harga mulai 1,19 juta baht atau sekitar Rp 580 jutaan. Berikut dengan garansi sistem dan baterai selama 5 tahun atau 160 ribu kilometer.
Padahal Thailand sendiri sudah merakit lokal Honda e:N1 di fasilitas Rojana Industrial Park, Prachinburi agar bisa segera didistribusikan bagi konsumen yang ingin mengambil sewa. Langkah impor itu diduga untuk antisipasi permintaan domestik yang melonjak.
Di Tanah Air, skema yang disebut sebagai pilar Valueable Ownership Experience yakni Honda Electrified Experience Package itu sudah termasuk perangkat home charger dan portable charger, kemudian perawatan berkala, asuransi, hingga pajak kendaraan.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy menjelaskan pemilihan skema tersebut dimaksudkan agar infrastruktur pendukung kendaraan elektrifikasi. Salah satunya ketika memiliki mobil listrik Honda.
Tampilan mobil Honda e:N1 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/2/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Bagi kami, inovasi bukan hanya mengenai kecepatan. Tetapi membangun kecepatan melalui pengalaman dan konsistensi untuk hadir dan melayani konsumen Indonesia, memastikan setiap langkah elektrifikasi sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia," kata Billy.
Billy menambahkan, Honda e:N1 adalah sebuah langkah awal perluasan elektrifikasi HPM, utamanya penggunaan mobil listrik. Menurutnya, akan ada lebih banyak lini mobil hibrida dan juga elektrik murni generasi terbaru yang sesuai kebutuhan konsumen Tanah Air.
Honda e:N1 mengambil basis dengan model yang sudah dijual di China pada 2022 dengan nama Honda e:NS1 dan e:NP1. Menyusul peluncuran berikutnya untuk pasar Eropa pada pertengahan 2023 yang diberi nama Honda e:NY1.
Bicara spesifikasi, Honda e:N1 menggendong baterai lithium-ion berkapasitas 68,8 kWh, yang menjanjikan daya jelajah maksimum hingga 500 kilometer sekali pengisian daya. Hanya butuh 7,7 detik untuk melesatkannya ke 100 km/jam dari posisi diam.
Trending Now