Pabrik Daimler Cikarang Jadi Basis Produksi Truk dan Bus Mercedes-Benz di ASEAN
14 September 2025 9:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Pabrik Daimler Cikarang Jadi Basis Produksi Truk dan Bus Mercedes-Benz di ASEAN
Fasilitas perakitan milik DCVI di Cikarang, Jawa Barat akan menjadi basis produksi truk dan bus Mercedes-Benz untuk pasar ASEAN. #kumparanOTOkumparanOTO

Daimler Indonesia punya fasilitas produksi baru di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan menjadi basis produksi wilayah Asia Tenggara.
Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), Naeem Hassim menyebut, fasilitas produksi PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturer Indonesia (DCVMI) di Cikarang menjadi satu-satunya basis perakitan truk dan bus Mercedes-Benz untuk kawasan ASEAN.
”Kita sangat beruntung. Jika Anda bertanya kepada Daimler Trucks ‘apakah akan membuka plant lain di Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Kuala Lumpur?’ (Jawabannya) tidak. Ini (hanya) di Indonesia,” buka Naeem saat dijumpai di pameran Construction and Mining 2025 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.
Diakui Naeem, perusahaannya telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang untuk melakukan lokalisasi dan memulai ekspor.
Berkaitan dengan ekspor, PT DCVI akan fokus untuk menyuplai kebutuhan dalam negeri dan pasar Asia Tenggara. Komitmen ini menjadi misi jangka pendek hingga menengah.
”Kondisinya adalah kita melihat negara ASEAN, Indonesia juga bagian dari ASEAN. Kemudian, kita bekerja dengan ASEAN untuk melihat bisa ekspor ke negara-negara tersebut. Itu adalah prioritas utama,” imbuhnya.
Adapun langkah berikutnya yakni merambah pasar di luar negara ASEAN. “Kemudian, prioritas kedua adalah melihat negara-negara di luar ASEAN. Jadi, langkah jangka pendek hingga menengah adalah ASEAN,” jelasnya.
Namun, Naeem enggan memaparkan negara-negara yang akan menjadi tujuan Ekspor, lantaran bersifat rahasia perusahaan.
Komitmen dukung industri lokal
Berkaitan dengan lokalisasi, Head of Product and Marketing PT DCVI, Faustina menjelaskan bahwa strategi produksi secara lokal mampu mendongkrak industri dalam negeri.
Menurut Faustina, proses lokalisasi kendaraan akan melibatkan banyak produsen komponen lokal, baik untuk kebutuhan kendaraan, maupun dari industri karoseri.
Aktivitas produksi lokal jelas memberi pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja serta kesejahteraannya. Faustina menyebut, apabila lebih banyak produsen yang melakukan lokalisasi, maka akan lebih baik untuk jangka panjang.
”Kami tidak bilang impor langsung tidak baik. Tetapi, jika semuanya dilakukan dengan fair dan melihat bahwa sebenarnya banyak kapasitas lokal yang sudah mempunyai pabrik, mungkin (bisa) digunakan,” tandasnya.
