Pasar Kendaraan Niaga Domestik Melemah, Turun 19 Persen

20 September 2025 17:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasar Kendaraan Niaga Domestik Melemah, Turun 19 Persen
Sejumlah pabrikan melaporkan soal pelemahan penjualan kendaraan komersial akhir-akhir ini. #kumparanOTO #dailyudpate
kumparanOTO
Partisipasi Mitsubishi Fuso di pameran GIICOMVEC 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Partisipasi Mitsubishi Fuso di pameran GIICOMVEC 2024. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Beberapa agen pemegang merek (APM) yang berfokus pada kendaraan komersial melaporkan pelemahan penjualan belakang ini. Ini disampaikan oleh Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya.
"Data sampai akhir Agustus itu turun dibanding tahun lalu. Januari-Agustus penjualan kendaraan niaga justru lebih rendah dibanding tahun lalu," buka Aji saat sela peluncuran Mitsubishi Fuso Fighter X FM65F di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, pangsa pasar kendaraan komersial baik segmen truk dan bus sama-sama mengalami perlambatan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales).
Selama bulan Januari-Agustus tahun ini, sudah ada 34.919 unit tersalurkan atau lebih rendah 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 dengan total 43.043 unit. Artinya juga ada selisih sekitar 8.124 unit.
Suasana booth Isuzu saat gelaran pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sementara untuk segmen bus, selama delapan bulan berjalan tahun 2025 penjualannya mencapai 3.021 unit. Hasil itu minus 20 persen dibanding jangka waktu yang sama tahun lalu dengan perolehan 3.762 unit alias selisih 741 unit.
"Kalau sampai akhir tahun apakah bisa lebih besar dari tahun sebelumnya itu jadi tantangan karena sudah sisa tiga bulan lagi atau empat bulan lah sama September. Cuma awal September kan sempat ada gejolak politik ya, demo gitu," tambah Aji.
Senada dengan Aji, Head of Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga membeberkan sedikit perihal penyebab lesunya permintaan segmen kendaraan niaga pada akhir-akhir ini.
"Berbicara komersil, tentunya ada banyak segmen. Indonesia itu segmen mining juga turun, harga juga belum baik-baik banget. Kemudian agrikultur, misalnya sawit itu juga masih stagnan, yang kita harapkan sih masih di distributor retail sales, transportasi, storage. Itu juga cenderung flat dari empat sektor itu," kata Rian di Jakarta pekan ini.
Lini truk Mercedes-Benz yang dibawa PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) di pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) 2025, Kemayoran Jakarta. Foto: Sena Pratama/kumparan
Keduanya kompak, menjadi tantangan tersendiri apabila target penjualan segmen kendaraan komersial truk dan bus tahun ini dapat melampaui atau menyamai pencapaian tahun 2024. Sisa kurang empat bulan lagi, pabrikan berharap ada stimulus dari pemerintah seperti kebijakan kemudahan kredit dari perbankan.
"Biasanya jelang akhir tahun itu ada peningkatan (penjualan) karena masa libur dan juga nantinya apabila ada stimulus yang kita nantikan mudah-mudahan market bisa kembali membaik. Stimulus dari bank-bank BUMN karena untuk pencairan kredit," jelas Rian.
Data Gaikindo, akumulasi penjualan kategori kendaraan komersial yang terdiri dari truk, bus, pick up (PU), dan double cabin (DC) per Januari-Agustus tahun ini totalnya sudah mencapai 113.841 unit atau berkontribusi 23 persen dari total penjualan seluruh segmen.
Trending Now