Pedagang Sebut Peminat Mobil Listrik Mulai Banyak, Stok Terbatas

12 September 2025 6:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang Sebut Peminat Mobil Listrik Mulai Banyak, Stok Terbatas
Pasar mobil listrik bekas di Indonesia perlahan mulai menggeliat. Peminat mulai banyak, meski pedagang agak sulit mendapatkan stok.
kumparanOTO
Wuling Air ev bekas yang dijual di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Air ev bekas yang dijual di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Pasar mobil listrik bekas di Indonesia perlahan mulai menggeliat. Sebelumnya, pedagang mobil bekas cenderung ragu menerima mobil listrik, kini situasinya mulai berubah. Tingginya minat konsumen dalam dua tahun terakhir membuat pedagang justru mulai berani memasarkan mobil baterai.
Peter, penggawa Lapak Mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara membeberkan bahwa umumnya konsumen mencari unit mobil listrik bekas yang kilometernya masih rendah.
β€œKondisinya yang sudah pasti oke, kebanyakan kilometer enggak lebih dari 20 ribu km. Usia mobil kan rata-rata baru setahun atau dua tahun pakai,” jelas Peter kepada kumparan, Senin (8/9/2025).
Wuling Air ev bekas yang dijual di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Saat ini, menurutnya, minat terhadap mobil listrik bekas terus meningkat. Dari pengalamannya, memasarkan jenis mobil ini pun relatif mudah
Peter mengakui konsumen kerap khawatir soal kondisi baterai mobil listrik bekas. Namun, ia menegaskan unit yang dipasarkan di WTC Mangga Dua umumnya masih bergaransi pabrikan.
Produsen baterai mobil listrik Gotion Indonesia. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
β€œKita main di garansi aja kita cek. Kalau masih ada garansi 8 tahun kita enggak takut. Nanti ketauannya setelah garansi 8 tahun habis bagaimana ceritanya, ya kita belum sampai ke sana,” ungkapnya.
Peter menjelaskan, tren mobil listrik di pasar mobil bekas mulai ramai sejak 2022.
β€œDulu kan mobil listrik pertama kali ramai di 2022. Sekarang sudah jalan 3 tahun. Dan ternyata konsumen cari terus, bahkan rebutan karena unitnya sedikit. Itu bikin pedagang lebih percaya diri,” kata Peter.
Test Drive mobil listrik BYD Seal 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Ia menilai tren ini akan terus berkembang seiring bertambahnya penjualan mobil listrik baru. Dalam beberapa tahun ke depan, stok mobil listrik bekas diperkirakan meningkat sehingga pilihan semakin beragam. Selama garansi masih berlaku, baik pedagang maupun konsumen tak perlu khawatir.
"Kalau garansi 8 tahun masih ada, aman. Jadi untuk saat ini, mobil listrik bekas justru cepat laku di pasaran," tutup Peter.
Trending Now