Peneliti Usulkan Lampu Lalu Lintas Putih, Inovasi Baru untuk Mobil Otonom

11 November 2025 7:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peneliti Usulkan Lampu Lalu Lintas Putih, Inovasi Baru untuk Mobil Otonom
Para peneliti dari North Carolina State University mengusulkan penambahan lampu lalu lintas berwarna putih, buat apa? #kumparanOTO
kumparanOTO
Ilustrasi lampu lalu lintas empat warna dengan tambahan warna putih. Foto: Dok. Carscoops
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lampu lalu lintas empat warna dengan tambahan warna putih. Foto: Dok. Carscoops
Para peneliti dari North Carolina State University mengusulkan penambahan lampu lalu lintas berwarna putih agar mobil otonom bisa saling berkomunikasi. Gagasan ini dituangkan dalam makalah yang diterbitkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Kendaraan otonom terhubung (Connected Autonomous Vehicle/CAV) punya peran sebagai pengatur lalu lintas bergerak. Ketika jumlahnya memenuhi syarat, lampu putih otomatis menyala sebagai tanda koordinasi antar kendaraan swakemudi.
Dalam praktiknya, setiap kendaraan otonom akan berkomunikasi dan bernegosiasi dengan kendaraan lain untuk menentukan jalur dan waktu melintas paling efisien. Hal ini dapat menghindari tabrakan dan berhenti yang tidak perlu.
Ketika mobil di depan melaju, pengemudi cukup ikut melaju, dan berhenti saat mobil di depan berhenti. Namun, bila jumlah kendaraan swakemudi belum mencukupi, sistem akan kembali menggunakan lampu lalu lintas merah–kuning–hijau seperti biasanya.
Ilustrasi lampu lalu lintas. Foto: Dok. Carscoops
Metode ini disebut sebagai paradigma kendali bergerak. Setiap kendaraan swakemudi memiliki komputer yang menghitung kecepatan, jarak, dan posisinya. Kemudian, saling terhubung untuk mengatur lalu lintas lebih efisien dibandingkan sistem lampu lintas biasa.
Dalam penelitian tahun 2020, para peneliti menggunakan sistem kendali terpusat, yakni satu komputer di persimpangan mengatur semua kendaraan. Versi baru ini terdistribusi, artinya setiap mobil swakemudi menyumbangkan daya komputasinya sendiri.
Konsep tersebut diuji menggunakan simulator lalu lintas mikroskopis. Mereka membandingkan persimpangan dengan dan tanpa lampu lalu lintas untuk melihat perubahan pada arus kendaraan, penggunaan bahan bakar, dan waktu tunggu.
Hasilnya, saat mobil swakemudi hadir, lalu lintas selalu bergerak lebih baik daripada kendaraan yang dikemudikan manusia. Ketika lampu putih ditambahkan, terdapat peningkatan karena mobil menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berhenti dan menyala.
Ilustrasi lampu lalu lintas dengan warna putih. Foto: Dok. Design Boom
Menurut kelompok peneliti, sebenarnya warna lampu putih bukanlah hal yang wajib. Warna apa pun bisa digunakan, asalkan jelas memberi sinyal kepada pengemudi untuk mengikuti mobil di depan.
Sebagai informasi, studi tersebut menunjukkan bahwa adanya lampu putih pada lampu lalu lintas mampu mengurangi kemacetan secara signifikan. Sistem ini bisa mengurangi waktu tunggu lalu lintas sekitar 32-94 persen, bergantung pada jumlah kendaraan otonom.
Adapun, efisiensi lalu lintas juga bisa meningkat hingga 98,9 persen dibandingkan sistem lampu lalu lintas biasa. Meski begitu, teknologi ini tidak dapat diterapkan dalam waktu dekat sebab kendaraan swakemudi dan infrastruktur belum sepenuhnya siap.
Trending Now