Pengamat Respons Realisasi Mobil Nasional, Perlu Sinergi Industri Rantai Pasok
24 Oktober 2025 8:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
Pengamat Respons Realisasi Mobil Nasional, Perlu Sinergi Industri Rantai Pasok
Pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB menilai bahwa kesuksesan mobil nasional perlu dukungan industri komponen. #kumparanOTOkumparanOTO

Presiden Prabowo punya keinginan kuat untuk menciptakan mobil nasional Indonesia. Guna merealisasikan itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan, salah satunya kesiapan industri rantai pasok komponen.
Peneliti sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, kesuksesan mobil nasional bergantung pada kesiapan manufaktur meliputi sejumlah aspek.
”Keberhasilan ini (mobil nasional) akan ditentukan oleh eksekusi bertahap, mulai dari mengokohkan sasis, bodi, elektronik, menyiapkan jejaring suppy chain yang handal untuk semua parts, dan mempersiapkan industrinya di dalam negeri,” ucap Yannes kepada kumparan, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, pemerintah Indonesia bisa menerapkan berbagai cara dalam proses menyerap teknologi, dan ilmu industrialisasi dari merek-merek besar yang sudah kokoh di Indonesia.
”Saat ini adalah era di mana supply chain itu sudah jadi keniscayaan global, sehingga, kolaborasi internasional berbasis transfer teknologi inti, insentif fiskal yang terukur, dan pengadaan pemerintah sebagai jangkar permintaan produksi fase awal yang terkendali,” jelasnya.
”Ini akan mempercepat kurva belajar industri tier 1 atau APM (Agen Pemegang Merek),” imbuhnya singkat.
Kemudian berkaitan dengan TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri, Yannes menyebut proses pemenuhan TKDN mobil nasional harus dilakukan secara terkontrol.
”Kita tentunya harus menjaga keberlangsungan industri melalui pendekatan bertahap sambil memberi waktu bagi supply chain lokal untuk naik kelas menuju TKDN tinggi yang harus tertera dalam roadmap dan dilaksanakan secara terkontrol,” katanya.
Memaksimalkan TKDN tidak hanya dilakukan untuk mobil nasional bermesin bensin, termasuk apabila nantinya berbasis baterai dalam wujud mobil listrik murni atau hybrid. Menurut Yannes, komponen vital dalam negeri dibutuhkan agar tak bergantung pada aktivitas impor.
”Membangun ekosistem baterai dari pack ke sel, serta memastikan infrastruktur pengisian dan standar keselamatan yang handal,” pungkas Yannes.
Rencana Prabowo
Gaung realisasi mobil nasional kembali bersuara dalam pidato Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
”Belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis (mobil nasional). Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang,” ucap Prabowo.
”Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” tambahnya.
Mimpi Indonesia dalam memiliki mobil nasional kembali terlihat hilalnya. Setelah pernah sukses dengan Timor di era Presiden Soeharto dan angan-angan Esemka pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
